Sebut Ada 60 Korban saat Kerusuhan 22 Mei, Polisi Akan Periksa Ustaz Lancip Pekan Depan

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Selasa 11 Juni 2019 10:54 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 11 337 2065205 sebut-ada-60-korban-saat-kerusuhan-22-mei-polisi-akan-periksa-ustaz-lancip-pekan-depan-tpEuwzJw1j.jpg Ustaz Lancip dalam Video Potongan Ceramahnya (foto: Istimewa)

JAKARTA - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya mengagendakan pemeriksaan ulang terhadap KH Ahmad Rifky Umar Said Barayis atau yang dikenal dengan sebutan Ustaz Lancip pada pekan depan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengutarakan bila nantinya Ustaz Lancip akan dimintai keterangan sebagai saksi pada Senin 17 Juni mendatang. Adapun pemeriksaan Ustaz Lancip atas ceramah yang menyebutkan 60 orang mati saat kerusuhan 21-22 Mei lalu.

Baca Juga: Polri: Kabar Mobilisasi Massa Jelang Sidang Gugatan Pilpres 2019 di MK Hoaks 

"Agenda pemeriksaan ulang pada Senin, 17 Juni 2019," ujar Argo saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (Foto : Badriyanto/Okezone)	 

Semula, Polisi menjadwalkan memeriksa Ustaz Lancip pada Senin 10 Juni 2019 kemarin. Tetapi ia tak memenuhi panggilan lantaran sedang menjalani kegiatan.

Ustaz Lancip sedianya akan dimintai keterangan atas dugaan tindak pidana ujaran kebencian dan berita bohong yang diketahui terjadi pada 7 Juni 2019 di Depok, Jawa Barat.

Polisi ingin ia menjelaskan terkait video ceramahnya yang membahas demo pada tanggal 21 dan 22 Mei 2019 yang berujung rusuh. Dalam video tersebut, Ustaz Lancip menyebut korban jiwa dalam kerusuhan tersebut mencapai hampir 60 orang dan ratusan orang masih hilang.

Pemeriksaan hari ini merupakan rujukan atas adanya laporan polisi (LP) masuk pada 7 Juni 2019. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/3473/VI/2019/PMJ/Dit Reskrimsus.

Baca Juga: Polri: 67 Pelaku Kericuhan Aksi 22 Mei Masih Anak-Anak 

Kemudian, rujukan Surat Perintah Penyelidikan nomor SP/Lidik/875/VI/RES.2.5/2019/Dit Reskrimsus, tanggal 8 Juni 2019. Untuk menghadiri pemeriksaan, ia dimohon untuk membawa dokumen atau bukti-bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Ustaz Lancip disangkakan Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45A ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan/atau Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini