Sebut Ada 60 Korban di Kerusuhan 22 Mei, Ustadz Lancip Dipanggil Polisi

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Senin 10 Juni 2019 21:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 10 337 2065113 sebut-ada-60-korban-di-kerusuhan-22-mei-ustadz-lancip-dipanggil-polisi-R3y9qXdomv.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya (Foto: Okezone)

JAKARTA - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya mengagendakan pemeriksaan terhadap KH. Ahmad Rifky Umar Said Barayis atau yang dikenal dengan sebutan Ustadz Lancip pada hari ini. Namun Ustadz Lancip tak memenuhi panggilan tersebut.

"Agendanya iya diperiksa hari ini, tapi minta dijadwal ulang," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (10/6/2019).

Argo menerangkan sedianya Ustadz Lancip menjalani pemeriksaan pada pukul 10.00 WIB. Tetapi Ustadz Lancip dikarenakan beralasan tengah menjalani kegiatan di hari ini.

“Alasannya enggak bisa hadir karena ada kegiatan lain yang sudah terjadwal," sambungnya.

Mengenai jadwal pemeriksaan ulang terhadap Lancip, tambah Argo, penyidik yang akan menjadwalkan. Adapun Ustadz Lancip sedianya akan dimintai kererangan atas dugaan tindak pidana ujaran kebencian dan berita bohong yang diketahui terjadi pada 7 Juni 2019 di Depok, Jawa Barat.

Baca Juga: Wiranto Tak Ingin Tahun Politik Dipersepsikan Negatif

Argo

Polisi ingin ia menjelaskan terkait video ceramahnya yang membahas demo pada tanggal 21 dan 22 Mei 2019 yang berujung rusuh.Dalam video tersebut, Ustadz Lancip menyebut korban jiwa dalam kerusuhan tersebut mencapai hampir 60 orang dan ratusan orang masih hilang.

Pemeriksaan hari ini merupakan rujukan atas adanya laporan polisi (LP) masuk pada 7 Juni 2019. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/3473/VI/2019/PMJ/Dit Reskrimsus.

Kemudian, rujukan Surat Perintah Penyelidikan nomor SP/Lidik/875/VI/RES.2.5/2019/Dit Reskrimsus, tanggal 8 Juni 2019. Untuk menghadiri pemeriksaan, ia dimohon untuk membawa dokumen atau bukti-bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Ustadz Lancip disangkakan Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45A ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan/atau Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP.

(edi)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini