Mantan Dirut Pertamina Divonis 8 Tahun Penjara Terkait Kasus Korupsi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 10 Juni 2019 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 10 337 2065003 mantan-dirut-pertamina-divonis-8-tahun-penjara-terkait-kasus-korupsi-hHfTEZerdA.jpg Mantan Dirut Pertamina Karen Galaila (Foto: Ist)

JAKAR‎TA - Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina, Karen Galaila Agustiawan divonis 8 tahun penjara oleh Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat. Selain itu, Karen juga diganjar untuk membayar denda Rp1 miliar subsidair 4 bulan kurungan.

"Mengadili, menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi sebagaimana dakwaan," kata Ketua Majelis Hakim Emilia Djaja Subagja saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (10/6/2019).

Dalam pertimbangan yang memberatkan putusannya, Hakim menilai perbuatan Karen tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi. Padahal, menurut Hakim, korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa.

Sementara hal yang meringankan, Karen dianggap berlaku sopan selama menjalani persidangan dan belum pernah dihukum.

Baca Juga: KPK Gali Tupoksi Dirut Pertamina di Kasus Suap PLTU Riau-1

Hukum

Hakim menyatakan bahwa Karen terbukti bersalah karena mengabaikan prosedur investasi yang berlaku di PT Pertamina atau pedoman investasi dalam Participating Intersert (PI) atas Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009.

Dalam hal ini, Karen telah memutuskan melakukan investasi PI di Blok BMG Australia tanpa melakukan pembahasan dan kajian terlebih dulu.

Perbuatan Karen tersebut terbukti memperkaya Roc Oil Company Ltd Australia. Dan berdasarkan perhitungan Kantor Akuntan Publik Drs Soewarno, negara mengalami kerugian hingga Rp586 Miliar atas perbuatan Karen.

Atas perbuatannya, Karen terbukti melanggar Pasal 3 ayat (1) Undang-undang nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Diketahui, putusan Hakim terhadap Karen ini jauh lebih rendah daripada tuntutan jaksa. Dalam tuntutannya, jaksa meminta Karen dihukum selama 15 tahun penjara serta denda Rp 1 Miliar subsidair 6 bulan kurungan.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini