nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Gali Tupoksi Dirut Pertamina di Kasus Suap PLTU Riau-1

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 10 Juni 2019 14:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 10 337 2064951 kpk-gali-tupoksi-dirut-pertamina-di-kasus-suap-pltu-riau-1-Y37WzPLvbv.jpg Dirut Pertamina Nicke Widyawati (Foto: Arie/Okezone)

JAKARTA - ‎Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina, Nicke Widyawati rampung menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama proyek PLTU Riau-1 untuk tersangka Sofyan Basir pada siang hari ini. Nicke diperiksa sebagai saksi selama sekira 3 jam.

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggali peran Nicke Widyawati sebagai mantan pejabat PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), pada pemeriksaannya hari ini. Hal tersebut diakui Nicke usai diperiksa sebagai saksi.

"Pemeriksaannya hampir sama dengan yang dulu, ditanya seputar tupoksi (tugas, pokok, dan fungsi) sebagai‎ Direktur Perencanaan (PT PLN)," terang ‎ Nicke di pelataran Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (10/9/2019).

Sekadar informasi, sebelum menjadi Dirut Pertamina, Nicke sempat menjabat sebagai Direktur Pengadaan Strategis 1 PT PLN, Direktur Niaga dan Managemen Resiko PT PLN, serta Direktur Perencanaan Korporat PT PLN. Pada pemeriksaan kali ini, KPK menggali tupoksi Nicke sebagai Direktur Perencanaan Korporat PT PLN.

Dirut Pertamina

Baca Juga: KPK Panggil Ulang Dirut Pertamina Terkait Kasus Suap PLTU Riau-1

Tak hanya itu, Nicke juga dicecar sejumlah pertanyaan oleh penyidik KPK terkait Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk PLTU Riau-1. Dalam hal ini, Dirut non-aktif PT PLN, Sofyan Basir terungkap pernah memerintahkan anak buahnya‎ untuk siap-siap memproses proyek PLTU Riau-1.

"Iya (ditanya soal RUPTL) engak banyak berubah," singkatnya.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan empat orang sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama PLTU Riau-1. Keempatnya yakni, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, Pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes Budisutrisno Kotjo, Sekjen Golkar, Idrus Marham, dan Dirut PT PLN, Sofyan Basir.

Dalam perkara ini, Eni Saragih, Idrus Marham, dan Sofyan Basir diduga bersama-sama telah menerima suap dari Johanes Kotjo untuk mendapatkan proyek PLTU Riau-1.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini