BMKG: Wilayah Pesisir Berpotensi Diterpa Gelombang Tinggi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 10 Juni 2019 12:11 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 10 337 2064904 bmkg-wilayah-pesisir-berpotensi-diterpa-gelombang-tinggi-nTrSfq3xMg.jpg Ilustrasi Foto/Okezone

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) memberikan peringatan dini adanya potensi gelombang besar di sejumlah wilayah pesisir Indonesia, pada hari ini, Senin hingga Kamis, 10-13 Juni 2019. Gelombang tinggi disejumlah wilayah perairan Indonesia terjadi karena adanya peningkatan kecepatan angin.

"Peningkatan gelombang tinggi disebabkan oleh adanya pola sirkulasi di Perairan Timur Laut Halmahera. Pola angin di wilayah utara ekuator umumnya dari timur – tenggara dengan kecepatan 4 - 15 knot, sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya dari timur – tenggara dengan kecepatan 4 - 25 knot," ujar Humas BMKG, Dwi melalui pesan singkatnya, Senin (10/6/2019).

Berdasarkan informasi dari BMKG, kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Pulau Enggano hingga selatan Jawa. Kemudian, Pulau Sawu - P. Rote, Laut Timor, Perairan Sulawesi Tenggara, Laut Banda, Perairan Kepulauan Sermata - Kepulauan Tanimbar, Perairan selatan Kepulauan Kei - Kepulauan Aru, Laut Arafuru, Perairan Yos Sudarso - Merauke.

"Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut," imbuh Dwi.

BMKG mendeteksi adanya peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpotensi menerjang sejumlah perairan Indonesia seperti Selat Sumba, Selat Sape bagian selatan, Laut Sawu, Perairan Selatan Flores, Perairan Kupang – Rote, Laut Timor selatan NTT, Laut Natuna bagian selatan, Selat Karimata, Laut Jawa bagian tengah dan timur, Perairan Selatan Kalimantan, Perairan Kotabaru.

Kemudian, Selat Makassar bagian selatan, Perairan Timur Kepulauan Selayar, Laut Flores, Perairan Selatan Bau Bau – Wakatobi, Teluk Tolo, Perairan Selatan Kepulauan Banggai hingga Kepulauan Sula, Perairan Manui – Kendari, Perairan Selatan Pulau Buru – Seram, Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Kei – Kepulauan Aru, Laut Banda, Perairan Amamapare, Perairan Barat Yos Sudarso, Perairan Jayapura, dan Samudera Pasifik utara Papua.

Beberapa wilayah pesisir Indonesia lainnya juga berpotensi diterpa gelombang yang lebih tinggi berkisar antara 2,5 hingga 4 meter. Wilayah yang berpotensi diterpa gelombang lebih tinggi tersebut yakni, Perairan Utara Sabang, Perairan Barat Aceh.

Selanjutnya, Perairan Pulau Simeulue hingga Mentawai, Perairan Bengkulu, Samudera Hindia Barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Selat Alas bagian selatan, Perairan Selatan Sumbawa – Sumba – Pulau Sawu, Samudera Hindia selatan Sumbawa hingga Sumba, serta Laut Arafuru.

Sementara ituz untuk wilayah Perairan Barat Enggano, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Jawa hingga Lombok, Selat Bali – Selat Lombok bagian selatan, dan juga Samudera Hindia selatan Jawa hingga Lombok, berpotensi dilanda gelombang yang lebih tinggi lagi, berkisar 4 hingga 6 meter.

"Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran," tekannya.

Oleh karenanya, BMKG mengimbau pada masyarakat terutama nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, dan kapal ukuran besar lainnya untuk selalu waspada.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini