Romi Kembali Dijebloskan ke Penjara Usai KPK Cabut Masa Pembantaran

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 10 Juni 2019 11:27 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 10 337 2064886 romi-kembali-dijebloskan-ke-penjara-usai-kpk-cabut-masa-pembantaran-IXdF9D3l6O.jpg Romahurmuziy (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencabut masa pembantaran atau penundaan penahanan sementara karena alasan kesehatan terhadap mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy (Romi). Usai dicabut masa pembantarannya, Romi kembali dijebloskan ke penjara pada Minggu, 9 Juni 2019, kemarin.

"Pembantaran RMY dicabut dan kembali ke rutan sore kemarin (9/6) setelah sebelumnya pihak dokter RS Polri menyatakan terhadap RMY tidak dilakukan rawat inap," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Senin (10/6/2019).

 Baca juga: Disebut Terima Rp70 Juta Terkait Jual Beli Jabatan, Ini Penjelasan Menag

Febri menjelaskan, Romi kembali dilakukan penahanan selama 16 hari ke depan, terhitung sejak9 Juni 2019, kemarin. 16 hari kedepan tersebut merupakan masa perpanjangan penahanan kedua Romi selama 40 hari. Sebab, KPK tidak menghitung masa penahanan Romi selama dibantarkan di rumah sakit.

 Romahurmuziy

"Masa penahanan ini masih dalam rentang perpanjangan penahanan 40 hari yang telah dilakukan sebelumnya. Selama masa pembantaran, masa penahanan tidak dihitung," terangnya.

 Baca juga: Ngeluh Sakit, Romahurmuziy Dirawat Inap di RS Polri

Sebelumnya, KPK kembali membawa Romi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Jumat, 31 Mei 2019. Saat itu, Romi kembali mengeluh sakit setelah sebelumnya sempat dilakukan perawatan selama sekira sebulan.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan mantan Ketum Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy sebagai tersangka. Anggota Komisi XI DPR RI tersebut diduga terlibat kasus jual-beli jabatan di Kementeriaan Agama (Kemenag).

 Baca juga: KPK Pastikan Uang Ratusan Juta di Laci Menag Beda dengan Suap Rp70 Juta dari Kakanwil Jatim

Romi ditetapkan tersangka bersama dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini