nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Angka Kecelakaan Mudik Menurun, DPR Singgung Keberhasilan Sosialisasi Polri dan Pemerintah

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Minggu 09 Juni 2019 16:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 09 337 2064719 angka-kecelakaan-mudik-menurun-dpr-singgung-keberhasilan-sosialisasi-polri-dan-pemerintah-jOoIwC7qNj.jpg Situasi di Tol Semarang-Solo saat arus mudik 2019. (Foto : Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA – Angka kecelakaan kendaraan roda empat maupun dua untuk arus mudik dan balik di Hari Raya Idul Fitri tahun ini menurun sekira 62 persen dibandingkan tahun 2018. Hal itu berdasarkan catatan dari hasil Operasi Ketupat 2019.

Anggota Komisi II DPR Achmad Baidowi, menyebut menurunnya fatalitas kecelakaan kendaraan di arus mudik dan balik lantaran keberhasilan dari sosialisasi yang dilakukan Polri dan pemerintah kepada masyarakat sebelum Hari Raya Idul Fitri.

"Sosialisasi yang massif juga membuat pemudik lebih siap. Sosialisasi mengenai jalur serta rekayasa lalu lintas," kata Awiek sapaannya kepada Okezone, Jakarta, Minggu (9/6/2019).

Selain itu, anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf tersebut menyebut adanya faktor keberhasilan pemerintah dalam melakukan manajemen mudik, baik melalui penyiapan infrastruktur maupun sistem rekayasa lalu lintas.

"Karena mayoritas pemudik di Pulau Jawa maka keberadaan Tol Trans Jawa sangat berguna dan berperan menurunkan angka kecelakaan. Maka keberadaan infrastruktur menjadi sangat penting," ucap Awiek.

Sementara itu, Lembaga Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) menyebut bahwa menurunnya angka kecelakaan itu merupakan bentuk kerja keras Polri dan pihak terkait yang mengatur arus mudik dan balik dengan baik.

"Kami apresiasi kepada Polri dan pihak terkait dan juga atas kesadaran masyarakat yang tinggi dalam tertib berlalulintas. Kami lihat menjelang Lebaran Kapolri dan Panglima TNI dan Menhub terlihat bersinergi dalam menangani arus mudik," tutur Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan dikonfirmasi Okezone terpisah.

Kendaraan Pemudik Terjebak Kemacetan di Tol Semarang-Solo

Kendati begitu, Edi menegaskan, Polri dan pemerintah harus tetap melakukan evaluasi agar ke depan mampu mempertahankan hal yang sudah baik dan meningkatkan kekurangan dari hasil evaluasi tahun ini.

"Walau sudah baik, kami harapkan lebih baik lagi. Jika menangani arus mudik semakin baik, tentu dampaknya Polri semakin dipercaya masyarakat," tutur Edi.

Berikut cacatan hasil Operasi Ketupat dari H-7 sampai H+1 Lebaran:

Jumlah kejadian pada 2018 terjadi sebanyak 1.178 kasus. Sedangkan tahun ini hanya 446 kasus. Lalu, korban meninggal dunia pada 2019 sebanyak 109 orang. Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan tahun 2018, yakni 254 jiwa.


Baca Juga : Menhub: Arus Mudik hingga H+2 Lebaran, Angka Kecelakaan Turun Drastis

Selanjutnya, korban luka berat pada tahun 2018 sekira 272 orang dan tahun 2019 sebanyak 76 jiwa. Angka itu menurun sekitar 72 persen.

Kemudian, korban luka ringan pada 2018 sebanyak 1.512 orang, tahun ini hanya 515 orang. Selisih tahun ini dibandingkan tahun kemarin menurun 66 persen. Lalu, untuk kerugian materi pun mengalami penurunan 68 persen pada tahun ini. Tahun 2018 tercatat kerugian mencapai Rp3.962.235.000, sedangkan 2019 Rp1.253.300.000.


Baca Juga : Tips dari Menkes bagi Pemudik: Jangan Sampai Dehidrasi, Siapkan Obat-obatan

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini