nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Angka Kecelakaan Mudik Menurun, Kakorlantas: Faktor Infrastruktur Lebih Baik

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Sabtu 08 Juni 2019 11:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 08 337 2064454 angka-kecelakaan-mudik-menurun-kakorlantas-faktor-infrastruktur-lebih-baik-7L2h8qmRnI.jpg Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Berdasarkan catatan aparat dari hasil Operasi Ketupat 2019, angka kecelakaan kendaraan roda empat maupun dua untuk arus mudik dan balik di Hari Raya Idul Fitri tahun ini mengalami penurunan sekita 62 persen dibandingkan tahun 2018 lalu.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Refdi Andri menilai bahwa menurunnya angka kecelakaan tersebut lantaran dampak dari semakin meningkatnya seluruh infrastruktur penunjang yang telah disediakan untuk masyarakat Indonesia.

"Faktor yang mempengaruhi turunnya angka laka lantas adalah infrastruktur yang lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu termasuk dengan sarana dan prasarana," kata Refdi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (8/6/2019).

Selain infrastruktur penunjang, Refdi menyebut bahwa hal itu merupakan hasil dari faktor kerja keras seluruh personel Polisi Lalu Lintas (Polantas) dan seluruh elemen lainnya. Kemudian, terciptanya komunikasi dan kordinasi yang baik antar-lembaga negara dalam menyiapkan arus mudik dan balik.

"Kemudian kerja kami lebih optimal dengan semua mitra terkait saya merasakan dengan perencanaan yang matang menjadi hasil yang baik, masyarakat yang melakukan pergerakan menyiapkan kendaraan yang lebih baik lagi dan yang terakhir pengemudi lebih paham arti dari keselamatan," papar Refdi.

Di sisi lain, Refdi menyampaikan pesan kepada seluruh agar tetap konsentrasi dalam berkendara saat arus balik menuju Jakarta. Dia juga berharap pergerakan bisa berjalan aman, nyaman, tertib, dan lancar.

Mudik

Baca Juga: Arus Balik, 2.068 penumpang Tiba di Terminal Kalideres

Berikut cacatan hasil Operasi Ketupat dari H-7 sampai H+1 Lebaran:

Jumlah kejadian, pada tahun 2018 terjadi sebanyak 1.178 kasus. Sedangkan tahun ini hanya 446 kasus. Lalu, korban meninggal dunia pada 2019 sebanyak 109 orang. Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan tahun 2018, yakni 254 jiwa.

Selanjutnya, korban luka berat pada tahun 2018 sekira 272 orang dan tahun 2019 sebanyak 76 jiwa. Angka itu mengalami penurunan sekitar 72 persen.

Kemudiam, korban luka ringan di tahun 2018 sebanyak 1.512 orang dan 2019 515 orang. Selisih tahun ini dibandingkan tahun kemarin menurun 66 persen. Lalu, untuk kerugian materi pun mengalami penurunan 68 persen pada tahun ini. Tahun 2018 tercatat kerugian mencapai Rp3.962.235.000, sedangkan 2019 Rp1.253.300.000.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini