nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Serangan Bom Pospam Kartosuro: Spirit Keagamaan Pelaku Tinggi tapi Ilmu Tak Memadai

Taufik Budi, Jurnalis · Jum'at 07 Juni 2019 08:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 06 337 2064202 serangan-bom-pospam-kartosuro-spirit-keagamaan-pelaku-tinggi-tapi-ilmu-tak-memadai-o72Sul3H3s.JPG Tangkapan CCTV serangan bom di Pospam Kartosuro. Foto/Ist

SEMARANG - Aksi teror bom bunuh diri yang menyasar Pos Pengamanan (Pospam) Lebaran di Tugu Kartosuro, Sukoharjo, pada Senin 3 Juni malam, menggegerkan warga. Tak ada polisi yang terluka. Korban satu-satunya adalah terduga pelaku yang menderita luka serius.

"Ini (bom bunuh diri) merupakan bentuk akumulasi dari pembelajaran jihad, tentang ISIS, tentang Daulah yang tidak paripurna," ujar peneliti terorisme Najahan Musyafak kepada Okezone, Kamis (6/6/2019).

"Kalau paripurna tidak seperti ini. Kalau paripurna tentu melihat persoalan ini secara komprehensif. Ini memandang Daulah dari satu sisi saja, memandang Khilafah barusan saja, atau spirit keagamaan cukup tinggi tapi kemudian tidak imbang antara spirit ilmu yang dimiliki," beber dia.

Foto/Okezone

Terduga pelaku bom bunuh diri diketahui bernama Rofik Asharudin (22) warga Kranggan Kulon Wirogunan Kartasuro, Sukoharjo. Dia dikenal pendiam dan jarang bersosialisasi dengan tetangga.

Rofik yang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara ini lulusan salah satu Madrasah Aliyah di Solo. Tidak ada aktivitas menonjol karena kesehariannya kebanyakan tinggal dirumah. Dulunya Rofik rajin ke masjid di sekitar rumahnya. Namun belakangan sudah tidak pernah lagi mau ke masjid di dekat rumah dan lebih memilih ke masjid di kawasan Kartonanatan.

"Sehingga menganggap bahwa dengan bunuh diri ini adalah adalah bagian dari jihad," lugas mantan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng, periode 2012-2017 itu.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini