nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Logika Jaring Laba-Laba, Begini Sel Teroris ISIS di Indonesia Beraksi

Taufik Budi, Jurnalis · Jum'at 07 Juni 2019 04:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 06 337 2064185 logika-jaring-laba-laba-begini-sel-teroris-isis-di-indonesia-beraksi-cobYqV3Gab.jpg Petugas bersiaga di Pospam Kartosuro yang diserang bom. Foto/Ist

SEMARANG - Aksi terorisme yang menyasar aparat kepolisian dinilai berasal dari sel-sel ISIS yang tumbuh di Tanah Air. Mereka bergerak secara sporadis untuk menyampaikan pesan eksistensi sekaligus menebar teror di masyarakat.

"Pesan yang disampaikan di Banyumas itu adalah pesan pesan kepada kelompok lain bahwa kelompok di Banyumas sudah melakukan teror di Mako Brimob Purwokerto dengan penembakan," terang pengamat terorisme, Najahan Musyafak kepada Okezone, Kamis (6/6/2019).

"Siapa yang menembak itu juga tidak tahu. Siapa yang menjadi sasaran, bukan personal tapi institusi yaitu polisi. Sama seperti sekarang (Pospam Kartosuro) yang menjadi sasaran bukan personel tapi pos polisi, tidak peduli di situ ada yang jaga atau tidak, tapi tetap dia lakukan (teror bom). Kemudian pembakaran (pos polisi di Klaten)," tambahnya.

BacaPelaku Bom di Kartosuro Ditetapkan Terangka, Kapolda Jateng: Keluarganya Sempat Dipengaruhi

"Ini adalah sinyal-sinyal yang disampaikan secara sporadis di Banyumas, kemudian Klaten, kemudian Kartosuro. Itu adalah pesan-pesan yang disampaikan kelompoknya. Belum tentu pelaku di Banyumas itu kenal dengan di Klaten, kemudian Klaten dengan yang Kartosuro itu saling kenal, tapi ideologi yang diusung adalah sama," beber dia.

Foto/Ist

Dia menyampaikan, sel-sel yang tumbuh tersebut pada titik tertentu akan memiliki keterikatan dalam jaringan. Mereka sama-sama dibentuk dengan doktrin tertentu hingga berani melakukan teror, yang dalam istilah kelompok tersebut dinamakan amaliyah.

"Belum tentu mereka saling koordinasi (untuk melakukan teror). Sinyalnya adalah pesan saja melalui amaliyah. Di sana nanti kita akan melihat di Banyumas itu muridnya siapa, yang di sini muridnya siapa dan sebagainya, nanti baru kelihatan," tambahnya.

"Kalau ditarik ke atas, ini kelompok siapa naik ke atas, kelompoknya siapa, nanti akan ketemu jaring laba-laba yang nanti akan ketemu di atas. Kalau kita mau lihat mbah-mbahnya itu ya Aman Abdurrahman, tapi kan tidak ada instruksi langsung dari Aman," jelas mantan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng, periode 2012-2017 itu.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini