nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polri Harus Waspadai Sepak Terjang Jaringan ISIS di Indonesia

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 07 Juni 2019 07:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 06 337 2064182 polri-harus-waspadai-sepak-terjang-jaringan-isis-di-indonesia-EH5mbt6yKU.JPG Tangkapan rekaman CCTV bom meledak di Pospam Kartosuro. Foto/Ist

JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta kepada Polri untuk mewaspadai sepak terjang dari jaringan ISIS di Indonesia. Mengingat, tidak menutup kemungkinan adanya aksi teror lainnya yang terjadi setelah peristiwa bom bunuh diri di Polisi Tugu Kartosuro, Solo, Jawa Tengah.

"Sangat mungkin aksi teror akan dilakukan lagi. Yang harus diwaspadai, selain kelompok lokal, juga ada jaringan teroris global, khususnya kelompok ISIS yang sudah terdesak di Timur Tengah dan mengubah strateginya untuk membuat teror di negara lain, termasuk di Indonesia," kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti kepada Okezone, Jakarta, Kamis (6/6/2019).

Poengky berpandangan, memang harus diakui wilayah Indonesia saat ini cukup berkembang soal paham-pagam radikal, dan munculnya bentuk serangan yangg dilakukan individu atau Lone Wolf) belakangan ini.

Poengky berharap masyarakat turut serta menjaga keamanan dan ketertiban dengan waspada terhadap orang asing di lingkungan sekitarnya.

"Masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada aparat kepolisian jika diduga ada orang yang mencurigakan, bisa jadi yang bersangkutan adalah teroris," tutur Poengky.

Foto/Ist

Menurut Poengky, Densus 88 telah memiliki database jaringan teroris, sehingga meski lone wolf beraksi sendiri, biasanya mereka menjadi pengikut atau simpatisan dari jaringan teroris yang sudah diidentifikasi oleh Densus.

"Sehingga geraknya mudah terbaca. Oleh karena itu Polri mudah mengidentifikasi dan menangkap orang yang diduga pelaku teror," ujar Poengky.

Sekedar diketahui, pelaku menggunakan bom pinggang saat meledakan Pos pemantauan mudik Lebaran Tugu Kartosuro, Solo, Jawa Tengah. Akibat ledakan bom bunuh diri itu, pelaku tersebut menderita luka di perut dan tangan kanan.

Dari hasil pemeriksaan sementara bom yang digunakan pelaku diketahui memiliki daya ledak yang rendah atau low exsplosive. Kejadian itu, terjadi di depan pos pengamanan Lebaran di Kartosuro, Jawa Tengah, Senin malam, 3 Juni 2019 sekitar pukul 22.30 WIB.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini