nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bom Pospam Kartosuro Dinilai sebagai Aksi Balas Dendam ke Polisi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 07 Juni 2019 07:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 06 337 2064176 bom-pospam-kartosuro-dinilai-sebagai-aksi-balas-dendam-ke-polisi-FqmG9r4bho.jpg Petugas siaga di TKP bom pospam Kartosuro, Solo. Foto/Ist

JAKARTA - Peristiwa aksi bom bunuh diri di depan pos Polisi Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah dinilai sebagai salah satu upaya untuk balas dendam kepada aparat kepolisian.

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menjelaskan, aksi balas dendam itu lantaran, Polri dan jajarannya saat ini lebih tegas dalam melakukan penindakan terhadap kelompok ataupun jaringan terorisme.

"Sebagai aparat keamanan, Polri selalu terdepan dalam menindak tegas para teroris, sehingga mereka sering menjadi sasaran serangan teroris," kata Poengky kepada Okezone, Jakarta, Kamis (6/6/2019).

Aparat kepolisian, kata Poengky masih menjadi target utama para kelompok terorisme, lantaran kaum radikal masih menganggap polisi adalah thogut.

"Kelompok teroris itu kan menganggap pemerintah dan aparatnya sebagai thogut, sehingga semuanya mereka anggap sebagai musuh yang harus dimusnahkan," ujar Poengky.

BacaPelaku Pengeboman di Kartosuro Minta Uang Ibunya untuk Rakit Bom

Menurut Poengky, Polri harus melakukan penanggulangan kelompok radikal secara komprehensif, serta pendidikan di sekolah yang memperkuat toleransi di masyarakat. Hal itu dinilai dapat membantu Polri mengatasi kelompok teroris.

Foto/Ist

"Kita beruntung Polri mempunyai Densus 88 yang profesional dan sigap menangani kasus terorisme," tutur Poengky.

BacaPelaku Bom Bunuh Diri Pos Polisi Kartosuro Disebut Bomber Lone Wolf

Sekadar diketahui, pelaku menggunakan bom pinggang saat meledakan pos pemantauan mudik Lebaran Tugu Kartasura, Solo, Jawa Tengah. Akibat ledakan bom bunuh diri itu, pelaku menderita luka di perut dan tangan kanan.

Kejadian itu terjadi pada Senin 3 Juni 2019 sekitar pukul 22.30 WIB.

Hasil pemeriksaan sementara, bom yang digunakan pelaku diketahui memiliki daya ledak rendah atau low exsplosive.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini