nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menag Lukman: Sekeras & Setajam Apapun Perbedaan, Harus Saling Memaafkan

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 05 Juni 2019 12:09 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 05 337 2063843 menag-lukman-sekeras-setajam-apapun-perbedaan-harus-saling-memaafkan-qBqbbX0glj.jpg Menag Lukman Hakim

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, perayaan Idul Fitri merupakan wujud dari kemenangan setelah ditempah selama sebulan lamanya untuk berpuasa.

Puasa itu mulai mengendalikan hawa nafsu guna berharap bisa kembali fitrah dan kembali ke jati diri sebagai manusia suci.

"Sehingga selalu dalam tradisi masyarakat Indonesia itu selalu saling memaafkan menjadi sesuatu yang lebih dikedepankan agar kita betul-betul suci kembali bersih lagi tidak hanya di mata Tuhan tapi juga yang tidak kalah penting di mata sesama kita," kata Lukman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/6/2019).

Menurut Menag, tradisi saling memaafkan saat Lebaran merupakan wujud dari keinginan umat Islam agar bisa kembali fitri.

Ilustrasi

(Baca Juga: Ambil Uang dari Pecinya, Anies Bagi-Bagi THR ke Anak-Anak)

"Sebuah peristiwa tidak hanya kita kembali ke jati diri kemanusiaan kita bisa saling memaafkan lalu kebersamaan di antara kita sebagai sebuah bangsa yang heterogen majemuk itu bisa tetap terjaga dan terpelihara," imbuhnya.

Lukman mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan momen Idul Fitri untuk saling memaafkan lantaran bangsa Indonesia baru saja melaksanakan pesta demokrasi.

"Sekeras setajam apapun perbedaan di antara kita karena perbedaan kita sangat beragam tapi kita mesti harus bersedia memaafkan sehingga tadi itu kebersamaan bisa terjaga," kata Lukman.

Lukman menilai, perbedaan pandangan politik di Pilpres 2019 merupakan hal yang lumrah dalam negara demokrasi. Kendati demikian, seluruh elemen bangsa harus saling memaafkan usai pesta demokrasi lima tahunan itu.

"Itu sesuatu yang lumrah ya, yang wajar, yang itulah kondisi kita, bukan sesuatu yang harus diingkari atau dipungkiri atau dihindari tapi justru harus disikapi dengan penuh kearifan, dan cara kita saling memaafkan itu adalah bentuk kearifan tersendiri," tuturnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini