nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelaku Bom Bunuh Diri di Pospam Kartosuro Dinilai Didoktrin Secara Cepat

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Rabu 05 Juni 2019 07:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 04 337 2063744 pelaku-bom-bunuh-diri-di-pospam-kartosuro-dinilai-didoktrin-secara-cepat-00C1FNnmeB.jpg Bom (ist)

JAKARTA - Pengamat terorisme, Al Chaidar menyebutkan kalau pelaku bom bunuh diri, Rofik Asharudin di pos pengamanan (Pospam) mudik depan tugu Kartosuro, Solo, Jawa Tengah merupakan jaringan dari JAD Jawa Tengah.

Al Chaidar pun menilai kalau serangan yang dilakukan oleh pria berusia 22 tahun tersebut minim persiapan. Hal tersebut dikarenakan, pelaku bom bunuh diri itu didoktrin secara cepat atau instan.

 Baca juga: Rekaman CCTV Detik-Detik Ledakan Bom di Pospam Tugu Kartosuro

“Iya itu dia pelaku yang jaringan JAD Jawa Tengah, dan dia melakukan serangan itu tanpa persiapan sama sekali, dan kelihatannya didoktrinasi secara cepat,” ujar Al Chaidar kepada Okezone, Rabu (5/6/2019).

 CCTV saat bom di Kartosuro

Selain tanpa persiapan, Al Chaidar menjelaskan, kalau tanda-tanda pelaku terdoktrin secara cepat bisa dilihat dari bahan bom yang digunakan, yaitu tidak kuat atau low explosive.

 Baca juga: Polisi Temukan Bahan Bom Rakitan di Rumah Pelaku Bom Pospam Tugu Kartosuro

“Terus ini juga bahan bomnya itu low explosive, yang enggak kuat,” terangnya.

Lebih lanjut, Al Chaidar pun mengungkapkan kalau salah satu tanda kuat pelaku terdoktrin cepat adalah pemilihan kota untuk melakukan bom bunuh diri. Ia menilai pemilihan kota kecil seperti Kartosuro bukan menjadi kebiasaan dari jaringan mereka.

 Baca juga: Pelaku Bom Bunuh Diri di Pospam Tugu Kartosuro Dikenal Pendiam

“Pilihan kotanya juga kota yang kecil, Kartosuro. Itu sama sekali enggak sesuai dengan kebiasaan mereka. Biasanya itu kan di kota-kota besar,” ungkap Al Chaidar.

“Artinya dia didoktrinasi secara cepat, jadi banyak kesalahannya lah, atau pun dia dalam proses doktronasi itu terlalu menggebu-gebu ingin cepat-cepat melakukan aksinya. Jadi kemudian ditantanglah,” tutupnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini