nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Diserang Hoaks, Capture Gambar Berita Okezone Hasil Editan!

Ade Putra, Jurnalis · Senin 03 Juni 2019 15:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 03 337 2063404 diserang-hoaks-capture-gambar-berita-okezone-diedit-Q7gzVCDmEM.jpg Cek fakta okezone berita diedit

JAKARTA - Okezone.com sebagai portal online berita dan hiburan yang berfokus pada pembaca di tanah air maupun di luar negeri ini diserang berita bohong alias hoaks.

Media kredibel yang memiliki konten seperti berita umum, politik, peristiwa, internasional, ekonomi, lifestyle, selebriti, sports, bola, auto, teknologi, travel, food, haji, dan muslim bahkan cek fakta ini, dijadikan bahan untuk menyebarkan hoaks.

Seperti yang diposting dalam akun instagram milik Denny Sirregar. Di akunnya, Denny memposting gambar tangkapan layar pemberitaan Okezone.

 Baca juga: Beredar Isu Brimob Jadi Sadis karena Dibina Bos Mayapada Grup, Begini Faktanya

Dalam tangkapan layar itu, terdapat judul: "Tolak Infrastruktur Buatan Jokowi, Dua Mobil Pendukung Prabowo Nekat Mudik Susuri Jalan Sawah".

 Cek fakta Berita Okezone Diedit

Denny juga menuliskan caption atau narasi: "Judul berita ini pasti editan. Gak mungkin pendukung Prabowo susuri sawah. Wong mereka bisa terbang."

Setelah ditelusuri dan dapat dipastikan bahwa portal berita yang resmi diluncurkan (Commercial Launch) pada 1 Maret 2007 itu tidak pernah membuat atau menayangkan berita sebagaimana seperti tangkapan layar yang diposting Denny.

 Baca juga: Dahnil Anzar Ajak Pendukung Prabowo Mudik Lebaran Naik Kuda, Ini Faktanya

Hal tersebut dibuktikan dengan tampilan indeks berita. Dimana, pada Minggu 2 Juni 2019, pukul 13.30 WIB, berita yang ditayangkan Okezone tidak ada sangkut pautnya tentang infrastruktur buatan Jokowi. Melainkan berita berjudul: "Apresiasi Buwas untuk Mendiang Ani Yudhoyono".

 Cek fakta Berita Okezone Diedit

Kejanggalan lainnya adalah, portal berita yang menjadi cikal-bakal bisnis online pertama milik PT Media Nusantara Citra Tbk (MNC), sebuah perusahaan media terintegrasi yang terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara ini belum memiliki regional Sumbar. Sementara ini, regional Sumatera yang ada baru Sumsel dan Sumsel.

Sebagaimana diketahui, di era digital ini siapa pun bisa dengan mudah dan sesuka hati mengubah sebuah artikel di setiap situs. Hasilnya, bukan cuma judul berita saja, seluruh isi berita hingga nama penulisnya serta foto dapat dengan mudah diganti.

 Cek fakta Berita Okezone Diedit

Selain itu, cara ini juga dapat diterapkan pada seluruh situs, seperti e-commerce, jadi bukan cuma portal berita saja. Kebetulan, situs Okezone yang digunakan sebagai bahan untuk menyebarkan hoaks.

 Baca juga: Ada Bon Jovi hingga Harimau Cisewu di Tubuh Perusuh Aksi 22 Mei, Hoax atau Fakta?

Caranya tanpa harus mengedit di aplikasi editing photo. Hanya, dengan mendalami penggunaan "inspect element" pada Google Chrome di komputer maupun peramban bawaan di dalam ponsel. Selain itu, Chrome versi desktop juga dapat menjalankan fungsi yang sama.

Jika dilihat, sepertinya seru karena dapat dengan bebas mengubah isi yang ada di situs apa pun sesuai dengan kehendak hati. Walau demikian, ada bahaya besar yang dapat timbul dari perintah sederhana yang dapat dimasukkan oleh siapapun itu.

Contoh-contoh hoaks "receh" seperti itu, juga dapat dilihat di Okezone. Dalam topik cek fakta.

 Cek fakta Berita Okezone Diedit

Reinardo Sinaga, relawan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menyebutkan bahwa tangkapan layar yang dibagikan akun Denny Sirregar itu adalah kategori manifulated content atau disinformasi. "Di mana informasi atau gambar yang asli dimanipulasi untuk menipu," ujar Edo kepada Okezone, Senin (3/6/2019).

 Baca juga: Viral Gambar Masjid Rusak Disebut-Sebut Akibat Aksi 22 Mei, Ini Faktanya

Edo menerangkan, mengubah judul sangat mudah sekali. Termasuk mengubah isi artikel dan foto di suatu laman website. "Itu mudah sekali. Tanpa photoshop, kita bisa edit tampilan suatu website. Untuk mengubah judul, saya pastikan tidak lebih dari lima detik sudah bisa berubah," bebernya.

Selain itu, kata Ketua Hoax Crisis Center (HCC) Kalbar ini, bahwa caption atau narasi dalam postingan Denny adalah satire. "Di mana tidak ada niat untuk merugikan. Hanya lucu-lucuan. Namun berpotensi untuk mengelabui," kata Edo.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini