nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mustofa Nahrawardaya Bersyukur Penangguhan Penahanannya Dikabulkan Polisi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 03 Juni 2019 15:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 03 337 2063391 mustofa-nahrawardaya-bersyukur-penangguhan-penahanannya-dikabulkan-polisi-U9dL2446Ib.jpg Mustofa Nahrawardaya (Foto: Puteranegara/Okezone)

JAKARTA - Tersangka kasus hoaks Mustofa Nahrawardaya bisa menghirup udara bebas untuk sementara setelah permohonan penangguhan penahanannya dikabulkan. Dalam hal ini,Direktur Advokasi dan Hukun BPN Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad sebagai penjaminnya.

Setelah keluar dari Rutan Bareskrim Polri, Mustofa mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada Polri lantaran permohonan penangguhan penahanannya itu dikabulkan.

 Baca juga: Mustofa Nahrawardaya dan Lies Sungkharisma Bisa Keluar Tahanan Hari Ini

"Semuanya terima kasih atas doa teman-teman semuanya dari banyak tokoh yang akhirnya kami hari ini ditangguhkan penahanannya, kami sangat bersyukur karena nanti kami kan ya kalau sampai di pengadilan ya nanti kami akan bertemu nanti kamu uji di sana," kata Mustofa di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (3/6/2019).

 Mustofa Nahrawardaya

Mustofa mengaku, setelah bebas sementara dari perkara hoaks yang menjeratnya, dirinya akan langsung memberikan ceramah di Kota Bengkulu.

"Kami bersyukur karena besok kami harus ceramah di sebuah kota selama Idul Fitri dan ini sebuah berkah bagi saya untuk lebaran pada tahun ini," tutur Mustofa.

 Baca juga: Lieus Sungkharisma dan Mustofa Nahrawardaya Ajukan Penangguhan Penahanan

Namun, sebelum melakukan ceramah Mustofa menyebut akan melakukan tes kesehatan terlebih dahulu. Mustofa mengklaim seharusnya ada proses operasi kesehatan yang ditunda lantaran tersandung kasus hoaks.

"Saya ada sakit asam urat ya, ada yang yang harus diambil. Seharusnya minggu kemarin tapi ini kan tertunda di tahanan kami akan melakukan mungkin setelah minggu ini, setelah lebaran, harus periksa," ujar Mustofa.

Menurut Mustofa, polisi tidak terlalu memberikan persyaratan yang ketat terkait dengan penangguhan penahanannya tersebut.

 Baca juga: Kivlan Zen Ditahan di Rutan Pomdam Jaya

"Tidak ada lah, yang penting kami harus kan namanya penangguhan ya gak boleh lari, meninggalkan Indonesia, tak boleh lah tak boleh kami melakukan kejahatan lainnya, tak boleh ini itu melakukan pidana," ucap Mustofa.

Mustofa diciduk di rumahnya di Bintaro ketika menjelang sahur. Kini dia telah dijadikan tersangka dalam kasus dugaan hoaks.

Dalam surat perintah penangkapan terhadap Mustofa terkait dengan kasus dugaan Hoaks. Hal itu berdasarkan adanya laporan polisi dengan nomor LP/B/0507/V/2019/BARESKRIM, tanggal 25 Mei 2019.

Dalam surat itu, Mustofa disangka melanggar Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 Undang-undang 19 tahun 2016 dan Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan atau Pasal 15 undang-undang nomor 1 tahun 1946.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini