nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri ESDM Jonan Penuhi Pemeriksaan KPK untuk Penyidikan Sofyan Basir

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 31 Mei 2019 10:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 31 337 2062416 menteri-esdm-jonan-penuhi-pemeriksaan-kpk-untuk-penyidikan-sofyan-basir-U2C1iDMyYJ.jpg Menteri ESDM Ignasius Jonan (Arif/Okezone)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini. Jonan diperiksa sebagai saksi untuk penyidikan tersangka kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1, Sofyan Basir (SFB), Direktur nonaktif PT PLN.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk penyidikan SFB," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Jumat (31/5/2019).

Jonan tampak tiba di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, sekira apukul 08.45 WIB dengan didampingi oleh sejumlah stafnya. Jonan terlihat membawa map dan irit bicara ihwal pemeriksaannya sebagai saksi hari ini.

Belum diketahui apa yang akan digali tim penyidik terhadap Jonan. Diduga, KPK akan menggali peran-peran serta keterlibatan Sofyan Basir dalam kerjasama proyek PLTU Riau-1 lewat Ignasius Jonan.

 Sofyan Basir

Sofyan Basir (Okezone)

Sofyan Basir merupakan tersangka keempat dalam kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama PLTU Riau-1. Sebelumnya, KPK telah lebih dulu‎ menjerat Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, Pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes Budisutrisno Kotjo, serta Sekjen Golkar, Idrus Marham.

(Baca juga: Semalam Ditahan KPK, Sofyan Basir Stres)

Eni, Kotjo, dan Idrus telah divonis ‎bersalah dalam perkara tersebut. Eni dan Kotjo telah dieksekusi karena putusannya telah berkekuatan hukum tetap. Sementara Idrus, masih dalam proses upaya hukum banding. Sedangkan Sofyan Basir, saat ini masih dalam proses penyidikan

(Baca juga: Sofyan Basir Cabut Gugatan Praperadilan Melawan KPK)

Dalam kasus ini, Sofyan diduga bersama-sama atau membantu ‎Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham menerima suap dari Johannes B. Kotjo terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. KPK menduga Sofyan dijanjikan mendapat fee yang sama besar dengan Eni dan Idrus Marham.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini