Eks Kabais TNI Anggap Referendum Aceh Frustasi Perseorangan

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 31 Mei 2019 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 30 337 2062311 eks-kabais-tni-anggap-referendum-aceh-frustasi-perseorangan-6NGVHtX9Ud.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Mantan Kepala Badan Intelejen Strategis (Kabais) TNI, Laksda (Purn) Soleman B Ponto menganggap referendum Aceh yang digalakkan oleh mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sekaligus Ketua Umum (Ketum) Partai Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem tidak mungin terjadi. Kata Ponto, referendum Aceh hanya frustasi perseorangan.

"Itu frustasi aja. Jadi Aceh itu tidak ada celah untuk referendum," kata Ponto saat berbincang dengan Okezone lewat sambungan telepon, Kamis (30/5/2019).

 (Baca juga: Menhan: Muzakir Manaf Tak Usah Ngomong Referendum, Kalau TNI ke Aceh Bilang DOM Lagi)

Menurut Ponto, Aceh sejatinya telah mendapatkan seluruh haknya melalui Momerandum Of Understanding (MOU) Helsinki dan Undang-Undang Otonomi Khusus. MOU Helsinki sendiri merupakan perjanjian damai antara Indonesia dengan GAM yang terjadi di Finlandia.

"Eeferendum itu kan, jadi kita harus liat, Aceh itu baik MOU Helsinki maupun UU otonomi Aceh itu sudah memberikan kepada Aceh semua," tegasnya.

 GAM Aceh

Oleh karenanya, tidak ada alasan bagi Aceh untuk kembali mengajukan referendum setelah adanya perjanjian damai yang sudah terjadi 14‎ tahun. Jika Mualem tetap menginginkan adanya referendum, ada pelanggaran perjanjian dan Undang-Undang.

"Kalau dia melanggar MOU berarti kan akan berhadapan dengan NATO, kalau dia melanggar UU dia akan berhadapan dengan TNI, terus mau kemana?," terangnya.

 (Baca juga: Kapolri Sebut Aceh Masuk Wilayah Kategori Aman)

‎Wacana referendum Aceh tercetus dari seruan Muzakir Manaf. Referendum tersebut bertujuan untuk menentukan pilihan bagi Aceh tetap atau lepas dari Republik Indonesia.

Gagasan tersebut muncul setelah hasil rekapitulasi penghitungan suara yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) memenangkan pasangan Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin. Namun memang, ‎di Aceh, pasangan Prabowo - Sandi mendapatkan suara yang cukup drastis ketimbang Jokowi - Ma'ruf Amin.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini