Berangkatkan 17 Ribu Pemudik, Anies: Ajang Silaturahmi Jangan Sibuk dengan Gawai

Fadel Prayoga, Okezone · Kamis 30 Mei 2019 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 30 337 2062099 berangkatkan-17-ribu-pemudik-anies-ajang-silaturahmi-jangan-sibuk-dengan-gawai-DANH52RDI3.jpg Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy (Foto: Fadel Prayoga/Okezone)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberangkatkan sekira 17 ribu pemudik untuk pulang ke kampung halaman melalui program mudik gratis. Wilayah yang menjadi tujuan mereka tersebar di 10 wilayah Pulau Jawa, yakni Ciamis, Kuningan, Tegal, Pekalongan, Kebumen, Semarang, Surakarta, Wonogiri, Yogyakarta, dan Jombang.

"Ini untuk pertama kalinya Pemprov DKI Jakarta menyelenggarakan program mudik bersama bagi warga Jakarta. Lebih dari 17 ribu warga menggunakan lebih dari 300 bus ke 10 wilayah di Pulau Jawa," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (30/5/2019).

 Baca juga: Tak Gelar Operasi Yustisi Usai Lebaran, Anies: Jakarta Milik Seluruh Indonesia

mudik bareng pemprov DKI (Fadel)

Anies berpesan kepada para pemudik agar tidak hanya bermain smartphone (gawai) saat mudik. Dirinya ingin masyarakat menjadikan momen Lebaran 2019 ini sebagai ajang silaturahmi dengan sanak famili.

"(Di kampung) jangan waktunya dihabiskan untuk sekadar membuka gawai. Karena kita ingin pulang mudik menjadi pengalaman yang berkesan," katanya.

 Baca juga: Pemprov DKI Meniadakan CFD Pada Tanggal 2 dan 9 Juni 2019

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy yang juga hadir dalam kegiatan itu berharap program itu bisa menurunkan angka kecelakaan yang terjadi pada saat mudik lebaran.

"Dengan mudik bersama ini mengurangi warga, masyarakat DKI Jakarta yang ingin pulang kampung menggunakan daripada roda dua. Sehingga angka kecelakaan bisa kita tekan dan mereka bisa bertemu keluarganya di kampung, ini penting buat kita," kata Gatot.

 Baca juga: H-6 Lebaran, Pemudik Bersepeda Motor Mulai Memadati Jalur Pantura Cirebon

Tak hanya itu, kata dia, program semacam ini juga bisa menurun tingkat kriminalitas yang terjadi di tempat-tempat umum, seperti di terminal.

"Biasanya kita jumpai di terminal-terminal kasus hipnotis, kasus-kasus pencopetan dan sebagainya. Nah kalau kita berangkat semua dari sini, semua menjadi aman," ujar dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini