nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polri Diminta Segera Periksa Penyandang Dana di Kericuhan 22 Mei

Fakhri Rezy, Jurnalis · Kamis 30 Mei 2019 11:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 30 337 2062088 polri-diminta-segera-periksa-penyandang-dana-di-kericuhan-22-mei-SFYJubcQPb.JPG Ilustrasi Aksi 21-22 Mei (Okezone)

JAKARTA – Polri diminta segera memeriksa penyandang dana pada kerusuhan 22 Mei di Jakarta. Salah satunya, pengusaha yang juga tokoh partai keagamaan, HM.

Dari informasi yang diperoleh Ind Police Watch (IPW), sedikitnya ada tiga orang yang diduga menjadi penyandang dana kerusuhan 22 Mei. Dari ketiga orang ini, polisi sepertinya sudah mendapatkan dua alat bukti tentang keterlibatan pengusaha dan tokoh partai HM.

 Baca juga: Prabowo ke Luar Negeri, Sandiaga: Please Hormati Privasi Dia

“Untuk itu, Polri perlu bekerja cepat memeriksa HM agar para penyandang dana lainnya dalam kerusuhan 22 Mei bisa terungkap terang benderang dan segera diamankan,” ujar Ketua Presidium IPW, Neta S Pane dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (30/5/2019).

 Kericuhan 22 Mei

Dari penelusuran IPW, lanjutnya, aliran dana kerusuhan 22 Mei sebenarnya sudah terang benderang. HM memberikan dana sebesar Rp 150 juta kepada Brigjen K.

Dana ini lalu diberikan Brigjen K kepada HK. Setelah mendapat dana Rp 150 juta, HK mendapat perintah untuk membunuh sejumlah pejabat pemerintah di saat kerusuhan 22 Mei meledak di Jakarta.

 Baca juga: Sandiaga Pilih Berlebaran di Amerika Serikat Bersama Keluarga

Selain itu, TJ juga mendapat dana Rp55 juta yang dananya dari HM, dengan tugas membunuh sejumlah pejabat dan tokoh pelaksana quick count.

“Dari data yang diperoleh, hingga saat ini, baru HM yang diketahui sebagai penyandang dana untuk pembunuhan pejabat dalam kerusuhan 22 Mei. Dan jajaran kepolisian sudah memiliki dua alat bukti mengenai keterlibatan HM,” ujarnya.

Sementara dua lainnya yang diduga sebagai penyandang dana untuk melakukan kerusuhan 21 dan 22 Mei di sepanjang Jl Wahid Hasyim dan di Slipi, Jakarta Barat, masih didalami jajaran kepolisian. Mereka diduga mendatangkan massa perusuh dari Surabaya dengan menggunakan pesawat dan memberikan penginapan di sejumlah hotel di Jl Wahid Hasyim. Sebagian pelaku kerusuhan dari Surabaya ini berhasil ditangkap aparat Polda Metro Jaya.

 Baca juga: Fadli Zon Sebut Prabowo Pergi ke Luar Negeri untuk Urusan Bisnis

Selain itu massa perusuh juga mereka datangkan dari Tangerang, Tangerang Selatan, dan sekitar Tanah Abang. IPW berharap Polri bekerja cepat untuk memburu para penyandang dana kerusuhan 22 Mei itu agar otak kerusuhan bisa diciduk.

“Untuk mengungkap jaringan kerusuhan 22 Mei ini, Polri sepertinya perlu memeriksa sejumlah saksi, terutama para tokoh yang sempat hadir dalam aksi demo di depan Bawaslu, seperti putri mantan Presiden Soeharto, Titiek Soeharto,” ujarnya.

Dirinya meminta, Polri perlu bekerja cepat membongkar jaringan perusuh 22 Mei ini agar gerakan mereka bisa dipagar betis dan tidak memiliki peluang lagi dalam melakukan kerusuhan baru pasca pengumuman hasil sidang di Mahkamah Konstitusi maupun saat pelantikan presiden hasil Pilpres 2019.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini