nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Department of Narcotics Control Bangladesh Kunjungi BNN Bahas Strategi Penanganan Narkotika

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 29 Mei 2019 15:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 29 337 2061843 department-of-narcotics-control-bangladesh-kunjungi-bnn-bahas-strategi-penanganan-narkotika-ysXftgiZFJ.jpg (Foto : Humas BNN)

JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) menerima kunjungan dari perwakilan Department of Narcotics Control Bangladesh, Rabu (29/5/2019). Sebanyak 15 delegasi diterima Deputi Bidang Hukum dan Kerjasama, Puji Sarwono didampingi Deputi Pemberdayaan Masyarakat, Dunan Ismail Isja, beserta para pejabat perwakilan dari Deputi Pencegahan, Rehabilitasi, dan Pemberantasan.

Pertukaran informasi dan pengalaman terkait penanganan permasalahan narkotika menjadi topik utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Deputi Hukum dan Kerjasama dalam paparannya menyampaikan berbagai strategi BNN dalam menangani peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika dengan melakukan pendekatan melalui supply reduction, demand reduction, dan harm reduction.

Kebijakan berimbang tersebut diimplementasikan oleh BNN melalui penguatan dalam pemberantasan, pemberdayaan masyarakat, pencegahan, rehabilitasi, kerja sama yang salah satunya dilakukan dengan melibatkan tim assesment dalam penanganan kasus narkotika. Tim assesment memiliki tugas untuk memberikan penilaian dan rekomendasi, sehingga bagi penyalahguna mereka tidak dipenjarakan tetapi justru dimasukan ke dalam balai rehabilitasi.

Sementara itu, perwakilan dari delegasi Department of Narcotics Control Bangladesh menyampaikan permasalahannya terkait dengan ancaman peredaran gelap narkotika di negaranya. Salah seorang delegasi menyampaikan bahwa negaranya merupakan wilayah rawan karena berdekatan dengan golden triangle dan golden crescent.

Department of Narcotics Control Bangladesh Kunjungi BNN Bahas Strategi Penanganan Narkotika (Humas BNN)

Dalam paparan delegasi Bangladesh disebutkan bahwa penyelundupan narkotika di Bangladesh sebagian besar dilakukan melalui jalur darat yakni dari India maupun Myanmar, sedangkan melalui jalur laut dilakukan melalui Bangladesh bagian selatan. Adapun beberapa zat narkotika yang beredar di Bangladesh diantaranya heroin, ganja, dan ATS yaba yaitu stimulan tipe amphetamines.

Menanggapi hal tersbut, Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN pun menawarkan Bangladesh untuk mengikuti pelatihan interdiksi terpadu yang akan diselenggarakan oleh BNN pada bulan September mendatang. Pelatihan tersebut sebelumnya pernah diselenggarakan BNN pada Februari awal tahun 2019 dan diikuti oleh lima negara yakni Srilanka, Laos, Filipina, Fiji, dan Timor Leste.


Baca Juga : Jualan Liquid Vape Narkoba, Selebgram asal Jambi Diringkus Polisi

"Kami menawarkan kepada Bangladesh apabila ingin bergabung dalam short course dalam interdiksi terpadu yang akan kami selenggarakan kembali pada September mendatang," ucap Puji dalam keterangan tertulis.

Deputi Hukum dan Kerjasama BNN pun berharap dapat saling bekerjasama dan terus mengukuhkan semangat komitmen dalam pencegahan, pemberantasan dan peredaran gelap narkotika.


Baca Juga : Pengedar 63 Gram Sabu asal Bali Divonis 11 Tahun Penjara

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini