nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Beredar Isu Brimob Jadi Sadis karena Dibina Bos Mayapada Grup, Begini Faktanya

Ade Putra, Jurnalis · Rabu 29 Mei 2019 13:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 29 337 2061742 beredar-isu-brimob-jadi-sadis-karena-dibina-bos-mayapada-grup-begini-faktanya-0bgRvCxAUs.jpg

KABAR mengenai Dato Sri Tahir, Chief Executive Officer (CEO) Mayapada Group diangkat menjadi pembina Brimob beredar di media sosial. Dalam narasi yang beredar, pengangkatan itu menjadi penyebab Brimob menjadi sadis dan dikatakan pula bahwa saat ini Tahir akan diangkat menjadi penasihat Panglima TNI.

Pada postingan yang beredar menyertakan pula foto Tahir mengenakan seragam Brimob. Foto dan narasinya dapat dilihat di:

Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan Muhammad Khairil, salah seorang relawan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) diketahui klaim tersebut tidak tepat. Foto yang ada dalam postingan bukan prosesi pengangkatan Tahir menjadi Pembina Brimob. Foto tersebut merupakan memberian gelar warga kehormatan Brimob kepada Tahir dan sembilan Perwira Tinggi Polri.

Sebagaimana sudah diberitakan di media-media online mainstream. Berikut kutipan beritanya:

Pengusaha dan pendiri Mayapada Group Dato Sri Tahir mendapat anugerah menjadi warga kehormatan Korps Brimob Polri. Penganugerahan diberikan Komandan Korps Brimob Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Rudy Sufahriadi di Lapangan Mako Brimob, Kelapa Dua, Kota Depok, Jawa Barat, pada Senin 12 November 2018.

Saat memberikan sambutan, Dato Sri Tahir mengatakan anugerah dari Korps Brimob tidak sebanding dengan apa yang telah diberikan Indonesia kepada dirinya, yakni mendapat kesempatan untuk berusaha dan mendapatkan perlindungan.

Tahir mengaku telah berkomunikasi dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mendata aparat Kepolisian yang menjadi korban gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah. Aparat yang menjadi korban akan menerima bantuan. Penyerahan bantuan bisa dilakukan di Palu atau Jakarta.

Sementara itu, Irjen Rudy Sufahriadi menuturkan pihaknya memberi anugerah warga kehormatan kepada Dato Sri Tahir karena dedikasinya dan kerja sama, serta kepedulian kepada Korps Brimob.

Selain Tahir, anugerah warga kehormatan juga diberikan kepada Asisten Sumber Daya Manusia Kapolri Irjen (Pol) Eko Indra Heri, Asisten Perencanaan (Asrena) Kapolri Irjen (Pol) Gatot Eddy Pramono, Asisten Logistik Kapolri Irjen (Pol) Asep Suhendar, Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) Idham Aziz, Kepala Biro Kebijakan Strategis pada Deputi Perencanaan Anggaran Kapolro Brigjen (Pol) Eko Budi Sampurno.

Kemudian Kepala Biro Kelembagaan Tata Laksana Staf Perencanaan Umum dan Anggaran (Karolemtala) Polri Brigjen (Pol) Sjamsul Sidiq, Karo Bekum Slog Polri Brigjen (Pol) Sadono Budi Nugroho, Karo Faskon Slog Polri Brigjen (Pol) Alfons Toluhula, dan Karojemengar Srena Polri Kombes (Pol) Iswahyudi.

Lalu, perihal Tahir akan diangkat menjadi Penasihat Panglima TNI juga tidak tepat. Sebab, Tahir sudah pernah diangkat menjadi Penasihat Panglima TNI pada tahun 2014, yakni ketika Moeldoko masih menjadi Panglima TNI. Adapun, Tahir menjadi Penasihat Panglima TNI Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Prajurit.

Tugasnya sebagai Penasihat TNI kala itu ialah memberikan bantuan pembangunan 1.000 rumah bagi prajurit TNI di Jakarta. Berikut kutipan berita lengkapnya:

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengangkat Dato' Sri Prof. Dr. Tahir MBA sebagai penasihat. Konglomerat dan bos Bank Mayapada itu menjadi penasihat untuk membantu mengurusi kesejahteraan prajurit TNI.

Upacara pengangkatan Tahir sebagai Penasehat Panglima TNI Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Prajurit itu dilakukan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Kamis 18 September 2014 pagi. Moeldoko dan para petinggi TNI hadir di lokasi.

Kata Moeldoko, Tahir selama ini telah banyak memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan prajurit TNI. Bahkan Tahir akan memberikan bantuan 1.000 unit rumah untuk prajurit di Jakarta.

Moeldoko berkata, tugas pokok Panglima TNI ada 2. Pertama, menyiapkan prajurit TNI agar siap perang. Kedua memelihara kesejahteraan prajurit. Alasan kedua itulah yang membuat dirinya mengangkat Tahir.

Dari hasil penelusuran itu, lanjut Khairil mengatakan, maka dapat dikatakan bahwa isu Dato Sri Tahir menjadi Pembina Brimob dan akan menjadi Penasihat Panglima TNI tidak tepat.

"Sebab, Tahir hanya diberikan gelar warga kehormatan Brimob dan ia pun sudah pernah menjadi Penasihat Panglima TNI pada tahun 2014, bukan akan diangkat). Dengan demikian, isu tersebut masuk kategori false context," tegas Khairil dalam debunk-nya, Rabu (29/5/2019).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini