nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kivlan Zen Diperiksa sebagai Tersangka Hari Ini

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 29 Mei 2019 07:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 29 337 2061623 kivlan-zen-diperiksa-sebagai-tersangka-hari-ini-4qmyPVSHyA.jpg Kivlan Zen (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bareskrim Polri resmi menetapkan Eks Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen (Purn) Kivlan Zen sebagai tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoax dan atau makar dan atau penghasutan.

Rencananya, hari ini, Kivlan diagendakan untuk menjalani pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai tersangka di Bareskrim Polri.

"Ya betul (Kivlan Zein diperiksa)," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Surat penetapan tersangka pada Kivlan Zen

(Baca Juga: Kivlan Zein Ditetapkan sebagai Tersangka Makar)

Sementara itu, kuasa hukum dari Kivlan Zein, Djudju Purwantoro mengatakan, pihaknya akan menjalani pemeriksaan penyidik Bareskrim Polri hari ini. Agendanya, Kivlan akan diperiksa pada pukul 10.00 WIB.

"Rabu saya dampingi pemeriksaan pak KZ (Kivlan Zein)," kata Djudju saat dikonfirmasi Okezone terpisah.

Penetapan tersangka Kivlan Zein sendiri diketahui setelah beredarnya surat panggilan pemeriksaan Kivlan dari Bareskrim Polri ter tanggal 21 Mei 2019 lalu. Dalam surat itu, tertulis bahwa Kivlan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

Sedianya, Kivlan dipanggil untuk diminta keterangannya sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana penyebaran berita bohong atau hoax dan atau makar dan atau penghasutan.

Surat tersebut pun sudah ditandatangani oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Nico Afinta.

Sebelumnya, Kivlan dilaporkan ke Bareskrim Polri atas tuduhan kasus dugaan makar dan penyebaran berita palsu atau Hoaks. Pelaporan tersebut dilakukan oleh Jalaludin.

Dalam laporan itu, Kivlan disangka melanggar Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang tindak pidana penyebaran berita bohong atau hoaks dan Pasal 107 jo Pasal 110 Jo Pasal 87 dan atau Pasal 163 jo Pasal 107 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang terhadap keamanan negara atau Makar.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini