SBY Diminta Jangan Baper soal AHY yang di-Bully Usai Bertemu Jokowi

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 29 Mei 2019 06:23 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 29 337 2061621 sby-diminta-jangan-baper-soal-ahy-yang-di-bully-usai-bertemu-jokowi-aLS284GhJK.jpg SBY

JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diminta tidak bawa perasaan atau Baper terkait dengan munculnya bully-an terhadap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Pakai istilah di-bully lagi. Jadi politisi itu jangan baper, jangan dikit-dikit mengeluh. Politisi kok diajari cengeng," kata Wasekjen Partai Hanura Tri Dianto kepada Okezone, Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Tri merasa tidak heran dengan gaya pidato dari SBY. Menurutnya, Presiden Indonesia keenam itu memang sudah lihai dalam melakoni peran Playing Victim.

"Ya itulah memang gaya Pak SBY. Bikin kesan seolah-olah dizalimi. Tak bosan gaya politik begituan," tutur Tri.

SBY

(Baca Juga: Kata SBY soal Pertemuan AHY dan Jokowi di Istana)

Menurut Tri, dalam dunia politik, kritik adalah hal biasa. Seharusnya, kata dia, hal itu harus disikapi dengan bijaksana dan dijadikan pembelajaran kedepannya.

"Kalau ada politisi atau partai dikritik itu kan biasa saja. Demokrasi kok ngeluh dikritik," ujar Tri.

SBY sebelumnya, membeberkan isi pertemuan antara putera sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada 22 Mei 2019.

Pertemuan antara AHY dengan Jokowi sendiri berlangsung di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Pertemuan AHY dengan Jokowi bertepatan sehari setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019.

Menurut SBY, pertemuan antara AHY dengan Jokowi memicu hujatan dari beberapa kalangan. Padahal, pertemuan AHY dengan Jokowi hanya sebatas untuk memenuhi panggilan warga nega‎ra terhadap kepala negaranya.

"Duduk persoalannya sebagai berikut, Mensesneg menyampaikan kepada AHY bahwa Jokowi ingin bertemu AHY. Sebagai warga yang baik, tentu tidak ada alasan tidak memenuhi," kata SBY melalui sambungan video conference yang dit‎ampilkan di kediamannya di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini