nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jadi Tersangka Kasus Hoax, Mustofa Nahrawardaya Ajukan Surat Penangguhan Penahanan

Muhamad Rizky, Jurnalis · Selasa 28 Mei 2019 13:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 28 337 2061288 jadi-tersangka-kasus-hoax-mustofa-nahrawardaya-ajukan-surat-penangguhan-penahanan-u23kUqapRD.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

JAKARTA - Pengacara tersangka kasus dugaan penyebaran informasi palsu atau hoax kerusuhan 22 Mei di Jakarta, Mustofa Nahrawardaya, Sutawidhya mengajukan surat penangguhan penahanan. Ia memastikan kliennya itu tidak akan melarikan diri.

"Kita akan mengajukan penangguhan penahanan," kata Sutawidhya, di gedung Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019).

Ia mengatakan bahwa isteri Mustofa, Cathy Ahadianti menjamin bahwa kliennya itu akan kooperatif dengan polisi untuk menyelesaikan kasus tersebut.

 (Baca juga: Polisi Tangkap 10 Penyebar Hoaks Terkait Aksi 21-22 Mei)

"Istrinya yang membuat ini, tidak akan melarikan diri, tidak akan merusak dan menghilangkan barang bukti, tidak akan mengulangi tindak pidana, tidak akan mempersulit pemeriksaan, artinya kooperatif," ucapnya.

 Aksi 22 Mei

Sutawidhya juga berharap tidak hanya istri Mustofa yang mau memberikan jaminan melainkan juga dari para tokoh nasional yang mau untuk membantu kliennya itu.

"Kita juga upayakan tokoh-tokoh nasional seperti Din Syamsudin dan sebagainya, dia kan anggota pengurus di PP Muhammadiyah, biasanya tokoh masyarakat akan menjamin, juga mungkin dari BPN yang sampai hari ini sudah mulai koordinasi sama kita," tambahnya.

 (Baca juga: Polisi Masih Buru Seorang yang Diduga Eksekutor Empat Tokoh Nasional)

Sebelumnya Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri resmi menahan Mustofa. Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu ditahan selama 20 hari ke depan untuk kebutuhan penyidikan.

 

Mustofa sendiri ditangkap pada 26 Mei 2019 setelah dilaporkan sehari sebelumnya, dengan nomor LP/B/0507/V/2019/BARESKRIM, tanggal 25 Mei 2019. Ia kemudian menjalani pemeriksaan dan ditetapkan tersangka serta dilakukan penahanan.

Mustofa Nahra diduga telah menyebarkan berita hoax melalui akun Twitternya dengan menyebut seorang anak dipukuli oknum polisi di Kampung Bali, Jakarta Pusat.

Mustofa Nahra disangka melanggar Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini