nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penjelasan Polri Terkait Penahanan IT BPN Mustofa

Muhamad Rizky, Jurnalis · Senin 27 Mei 2019 14:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 27 337 2060848 penjelasan-polri-terkait-penahanan-it-bpn-mustofa-V9GdVplp36.jpg Karopenmas

JAKARTA - Polisi resmi menahan Koordinator Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Mustofa Nahrawardaya selama 20 hari ke depan terkait kasus dugaan penyebaran informasi palsu atau hoax. Penahanan dilakukan menyusul penetapannya sebagai tersangka.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menjelaskan, Mustofa diduga mengunggah video dan foto serta menambahkan narasi yang bisa membangkitkan emosi yang bisa membentuk opini masyarakat.

"Yang bersangkutan menyebarkan foto video dan narasi yang tidak sesuai dengan faktanya. Ini peristiwa yang berbeda, tapi seolah-olah peristiwa tersebut memiliki impact meninggalnya Harun usia 15 tahun. Akibat perbuatan tersebut membuat opini masyarakat dan kegaduhan di medsos," ucapnya di Mabes Polri, Senin (27/5/2019).

(Baca Juga: Anggota BPN Mustofa Nahrawardaya Ditangkap Polisi Terkait Hoaks Kerusuhan 22 Mei)

Mustofa

Setelah dilakukan penangkapan dan pemeriksaan kata Dedi, Mustofa mengakui perbuatannya sehingga dilakukan penahanan. "Dari hasil pemeriksaan sementara saudara M mengakui," tuturnya.

Untuk itu, imbaunya, masyarakat jangan mudah menyebar informasi yang memang belum diketahui, dan memeriksa betul apakah video ataunfoto tersebut sesuai fakta. 

"Disaring dulu sebelum di sharing. Setiap konten baik itu foto, video narasi itu harus diklarifikasi dan konfirmasi dulu kepada institusi yang kompeten. Jadi, jangan langsung ikut-ikutan memviralkan bahkan menambahkan foto narasi dan sebegainya, karena rekam jejak digital yang sudah diviralkan di media sosial itu akan dijadikan bukti forensik bagi direktorar Siber untuk melakukan proses penegakan hukum," tuturnya.

Mustofa sendiri ditangkap pada 26 Mei 2019 setelah dilaporkan sehari sebelumnya, dengan nomor LP/B/0507/V/2019/BARESKRIM, tanggal 25 Mei 2019. Ia kemudian menjalani pemeriksaan dan ditetapkan tersangka serta dilakukan penahanan.

Ia dinilai telah menyebarkan berita hoax dengan menyebut di akun twitternya terkait seorang anak yang dipukuli oknum polisi di Kampung Bali, Jakarta Pusat. (Baca Juga: Mustofa Nahra Ditahan Bareskrim hingga 20 Hari ke Depan)

Dengan begitu Mustofa disangka melanggar Pasal 45A Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan atau Pasal 14 Ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini