nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Panggil Sekjen Kemenkeu Terkait Suap Distribusi Pupuk

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 27 Mei 2019 10:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 27 337 2060742 kpk-panggil-sekjen-kemenkeu-terkait-suap-distribusi-pupuk-uzvEETGK97.jpg ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perimbangan Keuangan Kementeriaan Keuangan (Kemenkeu), Rukijo, pada hari ini.

Sedianya, Rukijo akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus dugaan suap sewa-menyewa kapal untuk pengangkutan distribusi pupuk. Dia akan digali keterangannya untuk tersangka Indung (IND).

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IND," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (27/5/2019).

Belum diketahui kaitan Sekjen pada Kemenkeu tersebut dalam perkara ini. Disinyalir, KPK akan mendalami soal gratifikasi yang diterima oleh tersangka Anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait kerjasama pengangkutan bidang pelayaran untuk kebutuhan distribusi pupuk menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

Ketiganya yakni anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso, anak buah Bowo dari PT Inersia, Indung serta Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti.

Dalam perkara ini, Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD2 per metric ton. Diduga, Bowo Sidik telah menerima tujuh kali hadiah atau suap dari PT Humpuss.

Jubir KPK Febri Diansyah

Bowo disinyalir menerima suap karena telah membantu PT Humpuss agar kapal-kapal milik PT Humpuss digunakan kembali oleh PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) untuk m‎engangkut pendistribusian pupuk. Sebab, kerjasama antara PT HTK dan PT PILOG telah berhenti.

Bowo Sidik diduga‎ bukan hanya menerima suap dari PT Humpuss, tapi juga dari pengusaha lainnya. Total, uang suap dan gratifikasi yang diterima Bowo Sidik dari PT Humpuss maupun pihak lainnya yakni sekira Rp8 miliar. Uang tersebut dikumpulkan Bowo untuk melakukan serangan fajar di Pemilu 2019.

KPK sendiri telah menyita uang sebesar Rp8 miliar dalam 82 kardus dan dua boks. 82 kardus serta dua boks tersebut berisi uang pecahan Rp50 ribu dan Rp20 ribu dengan total Rp8 miliar yang sudah dimasukkan kedalam amplop berwarna putih.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini