nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sambangi Bareskrim, Istri Mustofa Nahrawardaya Bawakan Obat

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Minggu 26 Mei 2019 19:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 26 337 2060604 sambangi-bareskrim-istri-mustofa-nahrawardaya-bawakan-obat-s2RzYUyeON.jpg Istri Mustofa Nahrawardaya (Foto: Puteranegara/Okezone)

JAKARTA - Istri Mustofa Nahrawardaya, Cathy Ahadianty menyambangi Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Kedatangannya bertujuan untuk menjenguk suaminya yang ditangkap terkait kasus dugaan penyebaran informasi palsu atau hoaks kerusuhan 22 Mei di Jakarta.

Cathy mengungkapkan, dirinya sengaja datang ke Bareskrim lantaran ingin membawakan sejumlah obat untuk Mustofa yang saat ini sedang sakit ketika diciduk penyidik Polri dirumahnya dini hari tadi.

 Baca juga: Anggota BPN Mustofa Nahrawardaya Ditangkap Polisi Terkait Hoaks Kerusuhan 22 Mei

"Makanya saya bawa obat karena beliau (Mustofa) masih sakit," kata Cathy di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Minggu (26/5/2019).

 Mustofa Nahrawardaya

Menurut Cathy, belahan jiwanya itu sedang menderita tiga penyakit serius, yakni, asam urat, darah tinggi dan diabetes. Oleh karena itu, perempuan berkerudung itu merasa heran apabila ada opini yang menyebut suaminya sebagai provokator aksi 22 Mei.

 Baca juga: Mustofa Nahrawardaya Resmi Jadi Tersangka Penyebar Hoaks Kerusuhan 22 Mei

"Asam urat, darah tinggi, diabet. Tadi parah asam urat. Jadi agak aneh ada yang nulis bapak itu provokatornya kerusuhan. Jangkan kesitu turun dari tempat tidurnya tak bisa," tutur Cathy.

Mustofa diciduk dirumahnya di Bintaro ketika dini hari tadi atau menjelang sahur. Kini dia telah dijadikan tersangka dalam kasus dugaan hoaks.

Dalam surat perintah penangkapan terhadap Mustofa terkait dengan kasus dugaan Hoaks. Hal itu berdasarkan adanya laporan polisi dengan nomor LP/B/0507/V/2019/BARESKRIM, tanggal 25 Mei 2019.

Dalam surat itu, Mustofa disangka melanggar Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 Undang-undang 19 tahun 2016 dan Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan atau Pasal 15 undang-undang nomor 1 tahun 1946.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini