nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cuitan Mustofa Nahrawardaya soal Hoaks Brimob Aniaya Anak Buat Onar

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Minggu 26 Mei 2019 14:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 26 337 2060538 cuitan-mustofa-nahrawardaya-soal-hoaks-brimob-aniaya-anak-buat-onar-yA7DAi0owc.jpg Hoax (Reuters)

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri telah resmi menerapkan anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya sebagai tersangka penyebaran informasi palsu atau hoaks kerusuhan 22 Mei di Jakarta.

Pasalnya, Mustofa telah membuat onar dan keresahan di tengah masyarakat terkait cuitannya di Twitter terkait dengan hoaks penganiyaan seorang anak oleh polisi ketika aksi 22 Mei di Jakarta.

 Baca juga: Bareskrim Tangkap Penyebar Hoax Polri Libatkan Polisi Asing

"Cuitannya (diduga) buat onar," kata Kasubdit III Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul saat dikonfirmasi, Jakarta, Minggu (26/5/2019).

Anggota Dewan Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu sebelumnya diduga memposting pada akun twitternya soal adanya seorang bocah berusia 15 tahun bernama Muhammad Harun Ar Rasyid tewas dianiaya sejumlah anggota Brimob di dekat Masjid Al-Huda, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

 Baca juga: Merasa Namanya Dicatut, Ani Hasibuan Laporkan Media ke Polda Metro Jaya

Padahal, kenyataannya sosok dalam video yang diposting Mustofa bernama Andriyansyah alias Andri Bibir, berusia 30 tahun. Andri Bibir sendiri tidak tewas dalam kejadian itu karena segera dilarikan polisi ke rumah sakit.

Dalam surat perintah penangkapan terhadap Mustofa terkait dengan kasus dugaan Hoaks. Hal itu berdasarkan adanya laporan polisi dengan nomor LP/B/0507/V/2019/BARESKRIM, tanggal 25 Mei 2019.

 Baca juga: Dokter Ani Hasibuan Diperiksa Terkait Pernyataan Kematian Petugas KPPS

Dalam surat itu, Mustofa disangka melanggar Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 Undang-undang 19 tahun 2016 dan Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan atau Pasal 15 undang-undang nomor 1 tahun 1946.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini