nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kompolnas Minta Polisi Selidiki Kekerasan Terhadap Jurnalis saat Aksi 22 Mei

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Minggu 26 Mei 2019 06:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 26 337 2060446 komplnas-minta-polisi-selidiki-kekerasan-terhadap-jurnalis-saat-aksi-22-mei-75DLOvTJNN.jpg Aksi 22 Mei (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sejumlah jurnalis mengalami tindakan intimidasi dan kekerasan oleh oknum yang diduga aparat kepolisian saat meliput aksi di sekitar Gedung Bawaslu, Jakarta, yang berujung ricuh pada Rabu 22 Mei 2019.

Komisioner Kompolnas Poengky Indarty menyatakan pihaknya mendorong agar Polri dapat melakukan penyelidikan terkait kekerasan terhadap jurnalis oleh oknum yang diduga dari pihak kepolisian.

"Terhadap dugaan adanya tindak kekerasan aparat Kepolisian kepada jurnalis dan tim medis, saya berharap Polri dapat melakukan penyelidikan terhadap hal tersebut," kata Poengky kepada Okezone di Jakarta, Minggu (26/5/2019).

Poengky menekankan penyelidikan itu perlu dilakukan agar tak terjadi kembali kekerasan yang dialami oleh Jurnalis saat meliput. "Agar kedepannya tidak terjadi lagi," tutur dia.

Baca Juga: 2 Motor Wartawan Okezone Dirusak saat Bertugas Liput Aksi 22 Mei

Ricuh

Memang diakui dia kondisi Jurnalis yang meliput berada di dekat lokasi kerusuhan rentan terkena kekerasan, seperti serpihan dari gas air mata yang dilontarkan oleh petugas.

"Oleh karena itu memang harus ada jarak aman. Pihak Polri juga harus ada peringatan kepada orang-orang yang ada di lokasi bentrok agar jauh guna tak menjadi sasaran,"katanya.

Sejauh ini Poengky juga menilai pihak Kepolisian sudah menjalankan tugas sesuai dengan Standard Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditentukan dalam menghadapi massa.

"Tetapi kesimpulan saya Polri melaksanakan tugas pengamanan dengan baik dan profesional," tandasnya.

Diketahui, berdasarkan verifikasi tim Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, setidaknya hingga saat ini terdapat tujuh jurnalis yang mengalami kekerasan, intimidasi dan persekusi sejak dini hari hingga pagi tadi.

Mereka di antaranya, Budi Tanjung (CNNIndonesia TV), Ryan (CNNIndonesia.com), Ryan (MNC Media), Fajar (Sindo Trijaya), Fadli Mubarok (Alinea.id), dan dua jurnalis RTV yaitu Intan Bedisa dan Rahajeng Mutiara.

Selain itu, dua sepeda motor wartawan Okezone.com, Fahreza Rizky dan Puteranegara Batubara yang diparkirkan di Sarinah dirusak oleh oknum yang mereka sebut ‘berbaju preman’. (edi)

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini