nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tim Medis Dompet Dhuafa Dianiaya Aparat, Polri: Kuncinya Kurang Komunikasi

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Jum'at 24 Mei 2019 18:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 24 337 2060045 tim-medis-dompet-dhuafa-dianiaya-aparat-polri-kuncinya-kurang-komunikasi-jUu38cvc62.jpg Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo (foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menilai penganiayaan terhadap Tim Media Dompet Dhuafa oleh aparat Kepolisian diduga kurangnya komunikasi.

"Lembaga kemanusiaan. Kami sarankan juga kepada lembaga agar bisa memitigasi kejadian-kejadian ini. Pada saat bantuan kemanusiaan saat demo, harus ada komunikasi. Ini kuncinya komunikasi saja," kata Dedi kepada wartawan, Jumat (24/5/2019).

Kata dia, jika lembaga kemanusiaan berkomunikasi dengan aparat maka akan lebih mudah mengindentifikasi serta memberikan pengamanan terhadap lembaga-lembaga kemanusian yang ingin membantu.

Aksi 22 Mei

"Untuk mengkomunikasikan ke kabid humas. Nanti akan disampaikan ke Danpam objek. Hei pasukan, nanti akan ada ambulans yang akan membantu korban," sambungnya.

Tidak hanya itu, lembaga kemanusian juga diminta menggunakan atribut khusus yang dilaporkan kepada aparat, hal ini untuk menghindari penyusup.

"Begitupun menggunakan atribut apa, biar kontrol di lapangan mereka jelas. Kejadian tanggal 21-22 kemarin yang disusupi oleh para perusuh yang sudah mendesign kerusuhan tersebut, itu dia menggunakan ambulans juga. Ada dua ambulans yang sudah kami sita seperti ambulans yang digunakan untuk menganggkut massa, membagikan uang, busur, tombak untuk memprovokasi membuat rusuh," pungkasnya.

Aksi 22 Mei

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini