nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komplain Dispenser di Rutan, Romi: Sejak Berdiri KPK Belum Pernah Dikuras

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 24 Mei 2019 13:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 24 337 2059901 komplain-dispenser-di-rutan-romi-sejak-berdiri-kpk-belum-pernah-dikuras-uLvYHq6rME.jpg Romahurmuziy (Foto: Okezone)

JAKARTA - Eks Ketua Umum PPP, Romahurmuziy alias Romi mengeluhkan dispenser air di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (Rutan KPK). Menurutnya, wadah penampung air minum itu sudah tidak layak dan menyebabkan penyakit bagi tahanan lainnya.

"Kayaknya dispensernya itu sudah sejak didirikan KPK belum pernah dikuras gitu loh jadi kami minta itu dikuras atau diganti dispensernya," kata Romi disela-sela pemeriksaan penyidik KPK, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019).

 Baca juga: KPK Periksa Romahurmuziy sebagai Tersangka

Romi sendiri sudah dua kali dibantarkan penahanannya dalam kasus dugaan jual-beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Hal itu dilakukan lantaran Romi sakit-sakitan setelah terjaring OTT KPK.

Kendati demikian, Romi masih enggan mengungkapkan apa penyakit yang dideritanya sampai harus dua kali dibantarkan ke Rumah Sakit (RS) Polri, Jakarta Timur.

"Penyakitnya kan kambuhan maka doakan aja biar sehat," ujar Romi.

 Baca juga: Menag Klaim Uang di Lacinya Honor, KPK Akan Telurusi Kebenarannya

Romi ditetapkan tersangka bersama dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin. ‎Keduanya diduga sebagai pemberi suap terhadap Romi.

Dalam perkara ini, Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin diduga telah menyuap Romi untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. Adapun, Muhammad Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

 Baca juga: Romi Ngeluh Dispenser di Rutan KPK Kotor

Untuk memuluskan proses seleksi jabatan tersebut, ‎Muafaq dan Haris mendatangi kediaman Romi dan menyerahkan uang sebesar Rp250 juta pada 6 Februari 2019, sesuai dengan komitmen sebelumnya. Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini