nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mabes TNI: Video Oknum BAIS Provokasi Massa 22 Mei Hoaks!

Antara, Jurnalis · Jum'at 24 Mei 2019 13:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 24 337 2059889 mabes-tni-video-oknum-bais-provokasi-massa-22-mei-hoaks-5keZz3SccJ.jpg Aksi 22 Mei di Jakarta berujung kerusuhan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mabes TNI membantah informasi dari video yang viral di media sosial yang menyebut salah satu anggota Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI memprovokasi massa.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Sisriadi, mengatakan, sebuah video viral memperlihatkan pria yang diduga oknum TNI dalam memprovokasi massa di dalam masjid di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat adalah hoaks.

Mabes TNI mengklarifikasi adanya video viral di media sosial yang berjudul 'Terciduk! Diduga Oknum BAIS TNI Provokasi Massa di Aksi 22 Mei dan Menyudutkan Polri'.

Menurut dia, video itu disebut diambil seseorang di Masjid Al-Ishlah, Petamburan, pada 22 Mei 2019 pukul 11.45 WIB saat kerusuhan terjadi. (Baca Juga: TKN: Dalang Aksi Ricuh 22 Mei Harus Dihukum karena Berbahaya)

Sisriadi mengatakan personel yang berpakaian loreng adalah anggota Yonif 315 yang BKO Kodam Jaya yang ditugaskan di Petamburan. Personel itu sedang melakukan pendekatan kepada tokoh agama untuk menenangkan massa yang emosional.

"Tiba-tiba masuk seseorang ke dalam mesjid dan menyampaikan ujaran provokatif," katanya seperti dikutip Antaranews, Jumat (24/5/2019).

Aksi 22 Mei

Berdasarkan informasi masyarakat sekitar Masjid Al-Ishlah, orang yang melakukan provokasi tersebut tidak dikenal dan bukan warga Petamburan.

"Informasi yang disebar bersama video itu adalah hoaks Data tentang Serma Aris dalam video viral tersebut adalah data palsu yang dibuat orang yang tidak tahu tentang TNI AD," tuturnya.

Ia mengemukakan, informasi yang disebar bersama video itu adalah hoaks. Data tentang Serma Aris dalam video viral tersebut adalah data palsu yang dibuat orang yang tidak tahu tentang TNI AD. Ada beberapa data yang menunjukkan kepalsuan itu.

Pertama, sambung dia, penyebutan nama ditambah pangkat dan korps Serma Inf Aris adalah data palsu. Informasi yang benar ialah Bintara TNI AD dan tidak memiliki korps.

Data palsu lainnya ialah anggota itu disebut sebagai lulusan Sekolah Calon Bintara (Secaba) 2005. Padahal, anggota tersebut merupakan lulusan Secaba 2005 yang akan berpangkat Serma paling cepat 1 April 2021.

(Baca Juga: TKN Sebut Demo 21-22 Mei Paling Brutal Setelah Reformasi)

Aksi 22 Mei

Berdasarkan daftar nominatif personil Yonif 315, tidak ada anggota Yonif 315 bernama Serma Aris. Kesimpulannya, informasi yang disebarluaskan bersama video yang diunggah dari YouTube https://youtu.be/cOFapD_1TzE adalah hoaks yang dimaksudkan untuk mendiskreditkan TNI dan untuk melemahkan soliditas TNI-Polri. 

"TNI tetap berkomitmen untuk mem-back up Polri dalam pelaksanaan pengamanan Pemilu 2019," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini