nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Partai Perindo Ajak Masyarakat Rajut Kembali Persatuan Usai Aksi 22 Mei

Amril Amarullah, Jurnalis · Jum'at 24 Mei 2019 04:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 05 24 337 2059719 partai-perindo-ajak-masyarakat-rajut-kembali-persatuan-usai-aksi-22-mei-vIzItAIXSJ.jpg Ketum Rescue Perindo, Adin Denny

JAKARTA - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) menyerukan kepada semua pihak untuk merajut kembali persatuan dan kesatuan yang sempat terkoyak pasca pengumuman hasil Pemilu 2019 dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ketua Umum DPP Rescue Perindo Denny Adin mengatakan, sudah saatnya seluruh elemen masyarakat bergandengan tangan dan kembali membangun kebersamaan pasca-aksi 22 Mei 2019 di Jakarta.

“Mari kita rajut kembali, kita rajut persatuan, kesatuan dan persaudaraan kita. Karena bagaimananpun juga, kita semua adalah satu Indonesia dan kembali kita membangun Indonesia berkemajuan,” katanya saat dihubungi, Kamis (23/5/2019).

Ketum Rescue Perindo Adin Denny

Selain itu, Adin juga mengapresiasi keputusan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang telah menyerahkan persoalan terkait sengketa Pemilu 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Penolakan (hasil pemilu) yang dilakukan oleh pasangan 02 sudah disampaikan ke MK, ini adalah langkah positif yang patut diapresiasi dan ini harusnya bisa dipahami oleh grassroots dan para pendemo yang berada di Bawaslu,” katanya.

Akibat aksi demonstran selama dua hari tersebut, terdapat enam korban meninggal dunia dan 200 lebih luka-luka dari kerusuhan yang terjadi di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta, Selasa (21/5/2019).

(Baca Juga: Politikus Gerindra Minta Aksi 22 Mei Berjalan Damai)

Oleh karena itu, Adin mengimbau kepada semua pihak teruma elit politik untuk tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang dapat memantik kericuhan.

“Perindo menyerukan kepada elit politik untuk tidak mengeluarkan statement yang memicu dan memperuncing suasana. Kepada masyarakat lebih dewasa melihat hal ini dengan jernih dan jangan terprovokasi oleh hal-hal yang berbau jihad, karena ini bukan perperangan akidah agama,” tuturnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini