nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini 2 Kesimpulan Pertemuan JK dan Sejumlah Tokoh soal Situasi Keamanan Nasional

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at 24 Mei 2019 03:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 24 337 2059708 ini-2-kesimpulan-pertemuan-jk-dan-sejumlah-tokoh-soal-situasi-keamanan-nasional-pT4BYfaFwH.jpg JK lakukan pertemuan dengan sederet tokoh penting (Foto: Fahreza/Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengundang sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kediaman Dinas Wapres di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2019) malam, untuk membahas kondisi terkini.

Hasilnya terdapat dua kesimpulan penting. Pertama, JK dan sejumlah tokoh mengapresiasi kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden menempuh perselisihan hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Pertama kita sangat penghargai bahwa kedua paslon itu semua bertekad untuk menyelesaikan soal-soal kita sesuai dengan aturan konstitusi dan UU yang berlaku," kata JK saat menggelar jumpa pers.

Jusuf Kalla

JK menghargai keputusan Prabowo-Sandi menyelesaikan perkara perselisihan hasil pemilu ini ke MK. Pasalnya jalan yang ditempuh telah sesuai dengan undang-undang. Karena itu dirinya berharap MK menyelesaikan perkara ini dengan adil dan independen.

"Karena MK adalah harapan utama untuk mendukung kepercayaan masyarakat yang telah diberikan. Karena itu jalan terbaik dan cara untuk menyelesaikan," jelas dia.

Kedua, JK dan tokoh masyarakat berharap situasi keamanan nasional di Jakarta lebih tenang pasca kericuhan demonstrasi pada 21 dan 22 Mei 2019. Menurut dia, perlu di pisahkan antara peserta aksi damai dengan perusuh yang kemarin ditangkap polisi.

(Baca Juga: Saran Jusuf Kalla untuk Pemerintahan Berikutnya)

"Sesuai dengan polisi bahwa kita pisahkan antara pengunjuk rasa yang damai dengan perusuh. Untuk pengunjuk rasa yang damai yang sesuai aturan. Untuk yang rusuh tentu ada aturan, polisi yang dibantu TNI untuk menindak tegas," ujarnya.

Lebih lanjut, JK meminta masyarakat menunggu hasil gugatan di MK. Pasalnya MK adalah pengambil keputusan terakhir terkait sengketa hasil pemilu. Apalagi masyarakat juga sudah diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya lewat unjuk rasa.

"Pengalaman kita, perusuh itu memiliki efek negatif. Bagi pengunjuk rasa kita harapkan juga menunggu hasil MK, karena kita sudah dengarkan aspirasi. Itulah harapan kita semua, proses semua," terangnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini