nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Imbas Aksi Massa 21 dan 22 Mei, Pasar Tanah Abang Tutup hingga 25 Mei

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 23 Mei 2019 13:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 23 337 2059465 imbas-aksi-massa-21-dan-22-mei-pasar-tanah-abang-tutup-hingga-25-mei-gmooyZ2pBp.jpg Pasar Tanah Abang (Okezone)

JAKARTA - Pasca kerusuhan yang terjadi pada 21 dan 22 Mei di kawasan Jalan Jatibaru, Tanah Abang dan kawasan Bawaslu RI, Pemprov DKI memutuskan untuk menutup sementara Pasar Tanah Abang, dari Blok A hingga Blok G. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan susulan pada hari ini.

Dirut Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan, pusat perbelanjaan Pasar Tanah Abang Blok A-G dipastikan masih ditutup sementara hingga 25 Mei 2019. Namun hal ini tentunya menyesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan.

 Baca juga: Polisi Tangkap 300 Massa Aksi 21-22 Mei hingga Saat Ini

“Sejak pagi kita pantau akses ke lokasi masih banyak sisa puing, bekas bakaran ban dan pecahan kaca, karenanya pedagang masih memilih untuk tetap tutup sementara,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (24/5/2019).

 Tanah Abang

Arief mengaku, pihaknya tak menginstruksikan pedagang untuk menutup tokonya. Namun, itu merupakan inisiatif dari mereka karena ingin menunggu situasi hingga kondusif

 Baca juga: Kapospol Sabang Sempat Dikejar-kejar Gerombolan Perusuh

Arief menjelaskan, hingga kini Pasar Tanah Abang masih dilakukan perkuatan penjaagan mengingat lokasinya sangat berdekatan dengan aksi unjuk rasa.

“Yang paling penting itu sifatnya koordinasi, baik dengan aparatur dan instansi setempat, begitu kondisi dinilai sudah aman dilalui maka para pedagang akan kita infokan baik dari organisasi dan juga himpunannya,” katanya.

 Baca juga: Polda Metro Jaya Tetap Berjaga Meski Tak Ada Tanda Aksi Tunjuk Rasa Hari Ini

Ia berharap situasi perdagangan kembali normal, sehingga geliat jual beli di pusat grosir terbesar di Asia Tenggara itu kembali aktif kembali.

“Harapan kita dengan pedagang tentunya sama, ini bagaimana agar aktivitas perdagangan pasar bisa berjalan normal, apalagi ini di bulan Ramadan merupakan titik penjualan tertinggi penjualan bagi pedagang Tanah Abang,” kata dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini