nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usai Bertemu Jokowi, Zulhas Sampaikan Duka untuk 6 Demonstran yang Tewas

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 22 Mei 2019 15:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 22 337 2059019 usai-bertemu-jokowi-zulhas-sampaikan-duka-untuk-6-demonstran-yang-tewas-fjtT7cX0Gy.jpg Jokowi dan Zulhas di Istana Bogor (Foto: Fakhrizal Fakhri/Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas undangan dari orang nomor satu di Indonesia itu.

Dalam kesempatan itu, ia berduka atas meninggalnya enam orang demonstran yang terlibat bentrok dengan aparat di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

 Baca juga: Kapolri Sebut Pelaku Kericuhan Aksi 21 Mei Mengaku Ada yang Membiayai

"Innalillahi wa innailaihi rojiun turut berduka cita yang sedalam-dalamnya prihatin atas apa yang terjadi dini hari 6 orang yang meninggal ada beberapa yang luka luka, kita berduka cita yang mendalam," katanya usai bertemu Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/5/2019).

 Jokowi dan Zulhas (Fakhrizal Fakhri)

Ketua MPR itu mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali saling menyayangi antarsesama anak bangsa. Apalagi, saat ini tengah memasuki bulan suci Ramadan.

 Baca juga: Polisi Sebut Sudah Tangkap 101 Massa Aksi 21 Mei

"Saudara-saudara kita selesaikan persoalan-persoalan kita dengan cara yang damai dengan dialog menahan diri. Demokrasi itu memang memerlukan kesabaran bahkan extra kesabaran," ujarnya.

Zulkifli mengajak pemerintah untuk menyelesaikan persoalan ini secara damai. Selain itu, ia mengajak pihak-pihak yang berdemo di Bawaslu untuk berdialog dan bersilaturahmi.

"Saudara-saudara Pemilu ini punya satu event yang tentu harus kita selesaikan Indonesia akan ada sepanjang zaman, sepanjang masa. Nah konstitusi sudah memberi jalan, kita boleh sepakat dan tidak sepakat, demokrasi membuka ruang itu," jelasnya.

 Baca juga: Wapres JK Turut Berduka Cita Atas Jatuhnya Korban di Aksi 22 Mei

Menurut dia, konstitusi negara juga telah memberi ruang bila ada sengketa hasil Pemilu ke Bawaslu hingga Mahkamah Konstitusi (MK).

"Oleh karena itu di Mahkamah Konstitusi masing-masing tim bisa menjelaskan segala persoalan yang dia hadapi terbuka, bila perlu disiarkan oleh media," terang Zulhas.

Ia juga meminta, KPU untuk bisa memaparkan hasil rekapitulasinya sehingga nanti saat bersidang di MK bisa ditemukan fakta-fakta yang benar.

"Kita meyakini akan profesional untuk mengambil keputusan. Itulah cara-cara yang dibenarkan oleh konstitusi kita. Dan yang terakhir kemarin rekapitulasi kami jam 2 pagi memang belum tanda tangan, karena ini banyak pertanyaan kepada saya," lanjut dia.

"Karena memang kami dari PAN menggugat 7 dapil, 7 daerah yang kami anggap kami punya hak menggugat ke MK, oleh karena itu kami belum tanda tangan," ujarnya.

Meski demikian, Zulhas memastikan bahwa PAN mengakui hasil rekapitulasi KPU dengan catatan terdapat 7 Dapil yang akan dibawa ke MK. Ia pun mengajak semua pihak menyelesaikan segala perbedaan di Pemilu 2019 dengan damai dan dialog.

"Saya berharap di bulan suci Ramadan bulan yang penuh berkah ini kita bs menahan diri. Semoga Allah SWT beri kekuatan kepada kita," pungkasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini