nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPI Minta Lembaga Penyiaran Redakan Suasana di Tengah Aksi 22 Mei

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Rabu 22 Mei 2019 15:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 22 337 2059007 kpi-minta-lembaga-penyiaran-redakan-suasana-di-tengah-aksi-22-mei-2FyboinOkO.jpg (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta seluruh lembaga penyiaran untuk tidak menyiarkan tayangan bermuatan kekerasaan dalam liputan unjuk rasa terkait penetapan hasil Pemilu 2019, atau yang dapat mengarah pada tindakan provokatif.

Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis mengatakan, dalam penyampaian berita, lembaga penyiaran harus senantiasa berpedoman pada P3SPS yaitu; akurat, adil, berimbang, tidak berpihak, tidak beritikad buruk, tidak menghasut dan menyesatkan, tidak mencampuradukkan fakta dan opini pribadi, tidak menonjolkan unsur kekerasan, tidak mempertetangkan SARA, serta tidak membuat berita bohong.

Permintaan itu telah disampaikan KPI secara langsung kepada seluruh pemimpin redaksi pemberitaan di lembaga penyiaran.

Massa Aksi 22 Mei Mulai Berdatangan di Dekat Gedung Bawaslu

Menurut Yuliandre, situasi yang terjadi saat ini harus disikapi lembaga penyiaran dengan menyiarkan informasi yang positif dan menyejukkan. Lembaga penyiaran memiliki tanggung jawab menjaga keutuhan bangsa dan menjaga rasa aman masyarakat dengan pemberitaan yang proposional.

(Baca juga: MUI: Jangan Rusak Kesucian Ramadan dengan Tindakan Anarkis, Haram Hukumnya)

“Pemberitaan tentang unjuk rasa diharapkan tidak difokuskan pada konflik yang terjadi di lapangan dan menimbulkan persepsi heroik, karena penyampaian aspirasi melalui unjuk rasa merupakan hak warga negara, tetapi harus tetap berada pada koridor UU dan tidak menimbulkan gangguan pada warga negara lainnya,” Ujar Yuliandre Darwis di Kantor KPI Pusat, Rabu (22/5/2019).

KPI juga meminta lembaga penyiaran untuk menginformasikan berita yang mengarah pada kondisi pemulihan konflik dan mengedepankan nilai kesatuan dan persatuan bangsa. Porsi pemberitaan diharapkan lebih pada penyampaian informasi dengan narasumber dari pihak keamanan dan tokoh - tokoh dengan imbauan yang menyejukkan dan konstruktif.

Dalam kesempatan itu, KPI memberikan apresiasi lembaga penyiaran yang telah menjalankan fungsi kontrol sekaligus perekat sosial melalui penyampaian informasi yang kredibel, sebagai penyeimbang informasi yang beredar melalui sosial media, baik dalam bentuk live broadcast, video yang direkam dengan menggunakan gadget, maupun deskrispi narasi yang cenderung tendensius.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini