nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapolri Sebut Pelaku Kericuhan Aksi 21 Mei Mengaku Ada yang Membiayai

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 22 Mei 2019 14:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 22 337 2058993 kapolri-sebut-pelaku-kericuhan-aksi-21-mei-mengaku-ada-yang-membiayai-tdHB3loN78.jpg Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Foto: Arif Julianto/Okezone)

JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pelaku bentrokan dengan aparat kepolisian dalam Aksi 21 Mei malam di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengaku ada yang membiayai. Jadi, tutur Tito, bentrok kemarin malam itu diduga sudah dirancang sedmikian rupa.

"Kemudian kita temukan juga ada uang, amplop, dan juga ada keterangan dari mereka bahwa mereka ada yang membiayai. Oleh karena itu, saya pikir masyarakat perlu melihatnya secara jernih bahwa kelompok yang melakukan aksi anarkis tadi malam itu memang sengaja mereka disetting sedemikian rupa, dipersiapakan memang untuk membuat rusuh, jadi bukan sekedar aksi unjuka rasa biasa," ungkap Tito dalam konferensi pers di Kantor Menko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).

(Baca juga: Anies: 6 Orang Meninggal Dunia dalam Kerusuhan Aksi 22 Mei)

Tito menuturkan, jikalau pelaku anarkis Aksi 21 Mei melakukan unjuk rasa biasa, polisi pasti akan siap menanganinya. Sebab, jelas dia, selama ini polisi juga sering mengamankan demonstrasi dengan mengawal hingga mengakomodasi.

"Tapi kalau ini langsung melakukan aksi pembakaran, pelemparan, mobil anggota. Kemudian anggota juga ada yang terluka terkena batu, terkena mirip panah. Jadi, kira-kira begitu," papar Tito.

Aksi 21 Mei di depan Bawaslu. (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

Sebagaimana diberitakan, bentrokan terjadi dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu 21 Mei 2019 malam.

(Baca juga: Terkait Ambulans Berisi Batu di Aksi 21 Mei, Wiranto: Dalangnya Kita Sudah Tahu)

Akibat bentrok tersebut, dilaporkan enam orang meninggal dunia serta 200 orang luka-luka.

"Ada enam korban meninggal," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan saat melihat kondisi para korban yang dirawat di Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat.

Enam korban meninggal itu masing-masing dibawa ke RS Tarakan, RS Budi Kemuliaan, RSCM, RS Pelni, dan RS Angkatan Laut Mintoharjo.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini