nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demi Keutuhan Bangsa, Aksi 22 Mei Diharapkan Tidak Diteruskan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 22 Mei 2019 07:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 22 337 2058733 demi-keutuhan-bangsa-aksi-22-mei-diharapkan-tidak-diteruskan-FMXrnJ7Yhm.jpg Aksi Kericuhan di Petamburan (Foto: Arif/Okezone)

JAKARTA - Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hadar Nafis Gumay ‚Äémeminta agar sejumlah pihak dapat menahan diri untuk tidak melakukan aksi 22 Mei 2019. Sebab, aksi tersebut berpotensi memecah belah bangsa.

"Kalau yang terakhir ini yang dimaksudkan sebaiknya tidak diteruskan kegiatan turun kejalan tersebut. Karena tidak hanya dapat menunjukan bahwa kita tidak cukup siap berdemokrasi dan berpemilu, tetapi berpotensi perpecahan terbuka di antara kita serta dapat menimbulkan korban," kata Hadar kepada Okezone, Selasa, 21 Mei 2019.

Hadar berharap aksi 22 Mei 2019 pada hari ini tidak terjadi. Dia menegaskan bahwa kepentingan untuk menjaga keutuhan bangsa lebih penting ketimbang memilih kepentingan golongan.

"Semoga ini tidak terjadi. Kepentingan menjaga keutuhan sebagai satu bangsa harus lebih utama dari pada kepentingan sendiri yang sempit dalam hasil pemilu. Teruslah kita semua bersikap damai dan konstitutional," terangnya.

Baca Juga: 40 Ribu Personil TNI dan Polisi Siap Amankan Aksi 22 Mei 2019

Demo

Hadar memaklumi jika masih ada pihak yang tidak terima dengan hasil rekapitulasi penghitungan suara KPU. Namun, menurut Hadar, jika ada pihak yang tidak terima dengan pengumuman hasil rekapitulasi penghitungan suara KPU, lebih baik dilakukan dengan jalur konstitusional.

"Jalur hukum yang tersedia untuk menggugat keputusan KPU tentang hasil pemilu adalah ke Mahkamah Konstitusi. Para peserta pemilu mempunyai kesempatan dalam batas waktu 3 hari setelah KPU menetapkan hasil pemilu," katanya.

"Kita semua menghargai jika ada peserta pemilu yang akan menempuh jalur konstitusional ini," sambungnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini