nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Ini Bawaslu dan KPU Akan Kembali Dikepung Massa Aksi

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 22 Mei 2019 06:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 22 337 2058698 hari-ini-bawaslu-dan-kpu-akan-kembali-dikepung-massa-aksi-GQcyqMqMJs.jpg Massa melakukan aksi di Bawaslu RI, pada Selasa (21/5/2019). (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA – Massa berencana kembali melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta Pusat, pada hari ini, Rabu (22/5/2019). Demo kali ini dinamakan aksi bela kedaulatan rakyat.

"Insyaallah jadi (aksi di Jakarta Pusat)," kata Petinggi Front Pembela Islam (FPI), Novel Bamukmin kepada Okezone, Selasa, 21 Mei 2019, malam.

Novel menegaskan, aksi yang akan dilakukan pada 22 Mei 2019, hari ini, merupakan aksi damai. Novel berkaca pada aksi yang pernah dilakukan pada 411 yang sama sekali tidak terpengaruh provokasi.

"Dari pengalaman yang ada yaitu aksi Islam berjilid jilid masa kita ga pernah terpancing dengan provokator bahkan aksi 411 ditembaki gas air mata saja kita tidak melawan," ucapnya.

Novel belum dapat memastikan jumlah massa yang akan mengikuti aksi demonstrasi pada hari ini. Sebab, ada beberapa massa dari daerah yang akan mengikuti ‎aksi 22 Mei 2019 di Jakarta dipulangkan pihak kepolisian.

Massa Akhirnya Bubarkan Diri Usai Demo di Depan Gedung Bawaslu

"Massa belum bisa diprediksi mengingat banyak juga dirazia oleh aparat dan sudah dipulangkan," ujarnya.

Sekadar informasi, sejumlah massa aksi telah m‎elakukan aksi demonstrasi pada Selasa, 21 Mei 2019 di depan Gedung Bawaslu, Jakarta. Massa aksi mulai memadati Jalan MH Thamrin depan Gedung Bawaslu sejak Selasa siang hingga malam hari.


Baca Juga : Demo Bawaslu Rusuh, Polisi Amankan Massa yang Bertahan di Jalan Wahid Hasyim

Pihak kepolisian sempat membubarkan massa aksi yang bertahan di depan Gedung Bawaslu sekira pada pukul 21.00 WIB. Namun, masih ada sejumlah massa aksi yang bertahan dan melakukan aksi provokasi.

Pihak kepolisian melakukan tindakan represif terhadap massa aksi yang masih bertahan. Kericuhan sempat terjadi di depan Gedung Bawaslu hingga meluas ke Jalan Wahid Hasyim sampai Tanah Abang dan Jalan Sabang. Dalam kejadian ini, polisi mengamankan sejumlah orang yang diduga menjadi provokator.


Baca Juga : Massa Aksi Lempari Polisi dengan Batu dan Botol

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini