nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polri: Aksi 22 Mei Disusupi Kelompok Anarkis

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 21 Mei 2019 15:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 21 337 2058468 polri-aksi-22-mei-disusupi-kelompok-anarkis-hK54NQWaN0.jpg Irjen M Iqbal (Dok. Okezone)

JAKARTA - Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal mengungkapkan, dari hasil pengamatan dan analisa, rencana aksi pada 22 Mei telah disusupi oleh kelompok anarkis. Hal ini diketahui dari beberapa orang dari luar Jakarta yang diamankan telah mempersiapkan diri dengan peralatan berbahaya seperti bom molotov.

"Dari kelompok yang berangkat, diduga mereka sudah mempersiapkan diri dengan peralatan berbahaya. Contohnya kelompok yang ditangkap di Jawa Timur yang ada memiliki bom molotov," kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2019).

Selain bom molotov, polisi juga menemukan beberapa indikasi massa yang akan berangkat membawa bambu dan senjata tajam lainnya. "Ini menunjukkan ada sejumlah oknum yang mempersiapkan aksi anarkis," ujar Iqbal.

Mantan Kapolrestabes Surabaya ini pun menduga aksi pada tanggal 22 Mei bukanlah aksi spontan, melainkan aksi yang sudah dimobilisasi dan disiapkan secara sistematik.

"Jadi ada yang ingin melakukan aksi secara damai, namun juga ada yang mempersiapkan aksi-aksi yang melanggar hukum," ucap Iqbal.

Gedung KPU mulai dijaga ketat antisipasi aksi 22 Mei

(Baca Juga: Ada Demo di Depan Bawaslu & KPU, Sujumlah Rute Transjakarta Dialihkan)

Ia pun mengimbau kepada peserta aksi untuk tidak melakukan kekerasan dalam bentuk apapun juga. Bahkan, mantan Wakapolda Jawa Timur ini mengimbau agar masyarakat mengurungkan niat melakukan aksi karena selain menganggu pengguna jalan juga rawan disusupi kelompok teror yang berencana melakukan aksi serangan.

Lebih lanjut, ia pun memastikan bahwa pasukan Polri TNI sudah mendapatkan instruksi tidak menggunakan peluru tajam saat pengamanan aksi. Sehingga diyakinkan bahwa bila terjadi hal terburuk adanya yang tertembak dengan peluru tajam, hal tersebut dipastikan bukan dari anggota TNI dan Polri.

"Beberapa minggu yang lalu sempat viral di media non mainstream bahwa Kapolri memerintahkan tembak ditempat. Hal tersebut sudah dibantah bahwa pak Kapolri tak pernah mengucapkan hal tersebut alias hoax. Namun Polri dan TNI memiliki SOP yang berlaku sesuai hukum nasional dan internasional, mulai dari yang soft atau lunak sampai upaya keras sesuai tingkat ancaman yang ada," tutupnya. (aky)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini