nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Aksi 22 Mei, Laskar Komando Indonesia Bersatu Tolak Gerakan yang Langgar Konstitusi

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Senin 20 Mei 2019 20:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 20 337 2058112 jelang-aksi-22-mei-laskar-komando-indonesia-bersatu-tolak-gerakan-yang-langgar-konstitusi-fUVWTfXid3.jpg Laskar Komando Indonesia Bersatu Menyatakan Tolak Gerakan-Gerakan yang Langgar Konstitusi Jelang Pengumuman Hasil Pemilu 2019 oleh KPU RI (foto: Harits TA/Okezone)

JAKARTA - Laskar Komando Indonesia Bersatu menyatakan sikap menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh KPU pada 22 Mei 2019 nanti. Di mana mereka menolak adanya gerakan-gerakan yang melanggar konstitusi.

Panglima Laskar Komando Indonesia, Tumpak Sitorus mengatakan jika pihaknya menentang keras adanya gerakan yang nantinya berbuah pembelotan. Dia menilai pembelotan adalah satu pranondjsi menuju pemberontakan.

Baca Juga: "Aksi Kedaulatan Rakyat Ada di Bilik Suara 17 April, Bukan di Jalanan" 

“Kita tidak lagi bisa diam. Kita harus mengambil sikap-sikap tegas dalam kerangka menjaga kesatuan bangsa dan kelangsungan demokrasi,” ungkapnya di Hotel Ashley, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2019).

Lebih jauh, Sitorus bersama pihaknya juga mengeluarkan beberapa sikap. Seperti siap mengawal hasil pemilu hingga akan terus berjuang membela Pancasila.

Berikut pertanyaan sikap Laskar Komando Indonesia: 

1. Mengawal hasil Pemilu, yang sudah diselenggarakan secara damai, transparan dan partisipatoris

2. Menolak pembusukan lembaga kredibel seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), sebagai lembaga penyelenggara pemilu yang sah dan konstitusional.

3. Mengajak segenap warga negara Indonesia untuk siap menghadapi aksi-aksi pembelotan, yang memiliki potensi merusak kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga: DPR Imbau Serikat Pekerja Tak Ikut Aksi 22 Mei

4. Mendukung secara penuh institusi Polri dan TNI dalam menjaga stabilitas keamanan Nasional

5. Mendorong Polri untuk menindak tegas segala pretensi yang mengakibatkan kericuhan atau kekacauan sosial

6. Berpihak pada NKRI, berjuang untuk pancasila dengan jalan demokrasi-konstitusional.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini