nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ani Hasibuan Tak Penuhi Panggilan Penyidik Polda Metro Jaya

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 20 Mei 2019 14:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 20 337 2057960 ani-hasibuan-tak-penuhi-panggilan-penyidik-polda-metro-jaya-yOI3fdiF1E.jpg Ani Hasibuan (Foto: Ist)

JAKARTA - Dokter Robiah Khairani Hasibuan atau Ani Hasibuan tak memenuhi panggilan pemeriksaan atas penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, hari ini. Hal tersebut diketahui dari Pengacara Ani, Slamet Hasan yang melayangkan surat penundaan ke polisi.

Slamet menjelaskan, ketidakhadiran Ani Hasibuan lantaran, pada hari ini, kliennya itu juga dilakukan pemanggilan pemeriksaan oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) pusat Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

"Hari ini rencananya Bu Ani dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi. Tapi, hari ini Bu Ani enggak bisa hadir kembali karena pada hari yang sama Bu Ani dipanggil Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) pusat IDI," kata Slamet di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (20/5/2019).

(Baca Juga: Ani Hasibuan Akan Gugat Media terkait Berita Ratusan KPPS Meninggal)

Slamet mengungkapkan, pemeriksaan kliennya itu di IDI juga serupa dengan proses penyidikan di Polda Metro Jaya. Yakni, terkait dengan kematian ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) usai Pemilu 2019.

"MKEK juga berkepentingan untuk memeriksa terkait dengan klarifikasi permyataan Bu Ani tentang KPPS yang sedang viral di media," tutur Slamet.

Di sisi lain, Slamet meminta kepada polisi untuk menghentikan proses penyidikan kepada kliennya tersebut. Alasannya, kata dia, saat ini penyelidikan di MKEK tengah berjalan untuk memastikan ada atau tidaknya tindak pidana.

"Kami juga mendorong perkara ini disidang dulu di MKEK, nanti keputusan dari MKEK itu sepertu apa, apakah ada unsur pidana atau tidak, lalu dilanjutkam ke penyidik di kepolisian. Jadi kita menunggu proses di MKEK terlebih dahulu," ujar dia.

Ilustrasi 

Ani diperiksa terkait dengan kasus dugaan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA) dan/atau menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong sebagaimana kontens yang terdapat di portal berita tamshnews.com pada Minggu, 12 Mei 2019.

(Baca Juga: Polisi Periksa Dokter Ani Hasibuan Terkait Kematian Petugas KPPS

Polisi melakukan penyidikan berdasarkan Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 35 Jo Pasal 45 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana Jo Pasal 55 Ayat (1) Jo Pasal 56 KUHP.

Panggilan ini merupakan proses penyelidikan atas laporan yang dilayangkan oleh Carolus Andre Yulika pada Minggu, 12 Mei 2019 lalu. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/2929/V/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus.

Nama Ani Hasibuan sendiri muncul dan ramai diperbincangkan ketika ikut-ikutan mengomentasi soal dugaan kejanggalan dari meninggalnya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) usai Pemilu 2019.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini