nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

MUI Minta Masyarakat Tetap Jaga Keutuhan NKRI di Aksi 22 Mei

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 20 Mei 2019 06:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 20 337 2057737 mui-minta-masyarakat-tetap-jaga-keutuhan-nkri-di-aksi-22-mei-ygV4cEwAZm.jpg Waketum MUI, Zainut (foto: Okezone)

JAKARTA - Setelah mencermati perkembangan situasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, terutama menjelang pengumuman Pilpres pada l 22 Mei 2019. Majelis Ulama Indonesia (MUI) melihat munculnya gesekan sosial yang berpotensi menimbulkan konflik dan perpecahan di kalangan komponen bangsa.

Waketum MUI, Zainut Tauhid meminta kepada segenap masyarakat Indoenesia yang mengikuti aksi 22 Mei nanti untuk tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 (Baca juga: Sinta Nuriyah Wahid Ajak Seluruh Warga Berdoa agar 22 Mei Aman)

(Baca juga: Jelang Pengumuman Pemenang Pilpres, Kedua Paslon Diminta Patuhi Mekanisme Hukum)

Hal itu senantiasa untuk menjaga dan memelihara persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI dengan dilandasi semangat persaudaraan sejati sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen dalam keagamaan dan kebangsaan.

“Mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak terprovokasi, karena hal tersebut akan membawa kerusakan yang sangat besar dan dapat mengancam kedaulatan dan keutuhan NKRI,” kata Zainut kepada Okezone, Senin (20/5/2019).

 Demo Bawaslu

Ia berharap Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI untuk menyelesaikan tahapan pemilu sesuai dengan amanat undang –undang dengan terus menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, keadilan, transparan dan profesional. Sehingga, semua pihak dapat menerima hasil pemilu sesuai dengan pilihan dan aspirasi politiknya.

 

Apabila ada peserta pemilu yang tak puas dengan hasil yang diumumkan, kata dia, sebaiknya mengambil langkah dengan menempuh jalur hukum, yakni mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sebab, MK merupakan lembaga yang diatur Undang-Undang Pemilu untuk menyelesaikan sengketa pemilu.

“Kepada masing-masing pasangan calon untuk menaati komitmen bersama yaitu menerima hasil pemilu dengan semangat "siap kalah dan siap menang". Bagi pasangan calon yang menang diminta untuk tidak mengungkapkan ekspresi kemenangan secara berlebihan, dan bagi pasangan calon yang kalah diminta untuk menerima dengan lapang dada,” ujarnya.

 Demo Bawaslu

Selain itu, menurutnya, peran dari elite politik, tokoh agama, masyarakat, adat, dan media massa diharapkan dapat memerankan diri sebagai perekat dan pemersatu bangsa.

“Lalu, aparat kepolisian diminta untuk bertindak tegas, adil, transparan dan profesional. Penegakan hukum harus dilakukan kepada siapa pun tanpa membedakan status dan kedudukan sosialnya, sehingga masyarakat mendapat jaminan perlindungan dan kepastian hukum dalam menunaikan hak-hak konstitusionalnya,” katanya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini