nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menkominfo Ajak Ibu-Ibu Perangi Hoaks

Antara, Jurnalis · Minggu 19 Mei 2019 10:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 19 337 2057512 menkominfo-ajak-ibu-ibu-perangi-hoaks-w4PmwR5RYY.jpeg Menkominfo Rudiantara. (Foto : Pernita/Okezone)

JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Rudiantara, mengajak masyarakat khususnya para ibu rumah tangga di lingkungan Masjid Al Amin, Radio Dalam, Jakarta Selatan, untuk membantu memerangi berita tidak benar atau hoaks.

Dalam sambutannya pada acara "Prisma Fair 19TH", Rudiantara membagikan tiga ponsel kepada para pengunjung acara tersebut. Namun dia memberikan syarat khusus untuk penerimanya.

"Syaratnya, gunakan ponsel dengan baik. Jangan jari kita lebih cepat dari pikiran kita, apalagi zaman sekarang. Kalau terima info, ada yang kirim berita, tulisan, foto atau video, hati-hati, kita bisa rugi dua kali," kata Rudiantara di Masjid Al Amin, Jakarta, seperti dikutip dari Antaranews, Sabtu (18/5/2019).

Rudiantara pun menjelaskan saat menerima berita tidak benar melalui pesan singkat seperti WhatsApp, masyarakat akan rugi dua kali, khususnya dari segi pulsa dan paket data.

"Sekarang zamannya pakai WhatsApp. Itu yang nerima foto sama video, juga kena potongan bayar (kuota data). Bayangkan kalau kita terima hoaks yang isinya memprovokasi terus ada tulisan di bawahnya 'Ayo viralkan!'," ujar Rudiantara.

Ilustrasi (Shutterstock)

Dia menambahkan, "Kalau ibu ngelakuin itu, udah isinya enggak benar, ibu juga harus bayar. Pulsa kita kesedot. Bukan berarti kita tidak perlu menggunakan ponsel tapi gunakanlah dengan bijak."

Sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia, Rudiantara mengimbau di masa Ramadan ini alangkah baiknya untuk berhenti menyebarkan hoaks.


Baca Juga : Diduga Sebar Hoaks, Emak-Emak Relawan Prabowo-Sandi Ditangkap Polisi

"Konten hoaks itu kan isinya bisa bersifat fitnah, ibu-ibu tahu kan fitnah? Fitnah itu dapat dosa. Ada juga yang bersifat ghibah, ghibah itu enggak dapat pahala. Walau beritanya benar, tapi orang yang diomonginnya enggak mau disebut, itu namanya ghibah. Belum lagi kalau ada konten informasi yang isinya mengadu domba kita," tuturnya.


Baca Juga : Sakit, Dokter Ani Hasibuan Tak Penuhi Panggilan Polisi

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini