nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AS Peringatkan Warganya di Indonesia Waspada Aksi Teroris pada 22 Mei 2019!

Salman Mardira, Jurnalis · Sabtu 18 Mei 2019 09:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 18 337 2057271 as-peringatkan-warganya-di-indonesia-waspada-aksi-teroris-pada-22-mei-2019-KdFu3IdWCM.jpg Petugas berjaga di pintu gerbang Kedutaan Besar AS di Jakarta (Foto AP)

JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) memperingatkan warganya di Indonesia agar waspada terhadap kemungkinan adanya aksi teroris menjelang dan saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil Pemilu pada 22 Mei 2019.

Demonstrasi berpotensi terjadi saat pengumuman hasil Pilpres nanti, sehingga warga AS diminta menghindari area unjuk rasa politik tersebut dan berhati-hati jika berada sekitar lokasi pertemuan besar.

Peringatan itu dikeluarkan pemerintah AS melalui Kedutaan Besar dan Konsulatnya di Indonesia, Jumat 17 Mei kemarin, menyusul KPU akan mengumumkan hasil Pilpres dan Pileg 2019 yang diperkirakan diwarnai demo serta adanya kemungkinan risiko serangan teror.

Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama kepolisian daerah dalam sebulan terakhir gencar menangkap sejumlah terduga teroris di berbagai wilayah. Mereka diciduk karena diduga akan memanfaatkan aksi massa atau people power memprotes hasil Pemilu untuk melancarkan serangan teror.

“Pada 22 Mei 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan hasil resmi Pemilihan Presiden dan parlemen Indonesia,” bunyi peringatan Kedubes AS di Indonesia untuk warganya dalam laman resminya yang dikutip Okezone, Sabtu (18/5/2019).

(Baca juga: Waspada! Teroris Akan Beraksi pada Demo Hasil Pemilu 22 Mei)

“Pihak kepolisian Indonesia secara terbuka telah mengumumkan adanya resiko terorisme yang meningkat sehubungan dengan hasil pengumuman Pemilu dan media telah melaporkan penangkapan sejumlah orang Indonesia atas tuduhan terorisme baru-baru ini.”Kedubes AS

Dalam peringatan itu disebutkan, aksi unjuk rasa dimungkinkan terjadi di kantor-kantor yang berkaitan dengan Pemilu, termasuk Kompleks KPU di Menteng dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jalan MH Thamrin.

Aksi unjuk rasa juga dapat terjadi di kantor KPU dan Bawaslu di kota-kota lain, termasuk Surabaya dan Medan.

“Kepolisian Indonesia menyatakan telah menambah personel keamanan untuk mengamankan titik-titik tersebut dan lokasi lainnya di Jabodetabek. Penutupan jalan dan gangguan lalu lintas yang signifikan akan terjadi di area sekitar aksi unjuk rasa digelar.”

(Baca juga: Teroris Manfaatkan Momen Pemilu untuk Bikin Indonesia seperti Suriah dan Irak)

Kedubes AS lalu menyampaikan langkah yang perlu dilakukan warganya di Indonesia.

“Menghindari area unjuk rasa atau unjuk rasa politik dan berhati-hati jika berada di sekitar area pertemuan besar. Tetap mengikuti situasi terkini dari hasil pemberitaan media tentang peristiwaq lokal, waspadai lingkungan sekitar anda dan latih kesadaran keamanan pribadi setiap saat.”

Warga AS diminta mendaftarkan diri dalam program Smart Traveler Enrollment Program (STEP) untuk mendapatkan update keamanan.

“Ikuti U.S Consulate General di Surabaya pada Twitter dan Facebook dan juga U.S Embassy di Jakarta pada Twitter dan Facebook.”Konpers Polri

Juru Bicara Mabes Polri, Irjen M Iqbal mengatakan, para terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang ditangkap di berbagai daerah baru-baru ini diduga berencana melancarkan serangan dalam kerumunan massa pada 22 Mei nanti.

(Baca: Polri Imbau Masyarakat Tak Demo pada 22 Mei: Teroris Akan Menyerang)

Polri meminta masyarakat tidur ikut-ikutan berdemonstrasi. “22 Mei masyarakat kami imbau tidak turun,” katanya di Mabes Polri, Jakarta, Jumat 17 kemarin.

“Ini akan membahayakan karena mereka (teroris) akan menyerang semua massa termasuk aparat dengan menggunakan bom.”

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini