nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPR: Tim Ekonomi Pemerintah Harus Pahami Cita-Cita Jokowi

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at 17 Mei 2019 21:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 17 337 2057177 dpr-tim-ekonomi-pemerintah-harus-pahami-cita-cita-jokowi-B3pSttSTCw.JPG Presiden Joko Widodo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim ekonomi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada periode 2019-2024 diharapkan mampu menerjemahkan cita-cita sang Kepala Negara. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya bisa dipacu hingga tujuh persen melalui investasi.

Anggota Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun mengatakan, kunci penting untuk memacu investasi ialah membentuk tim ekonomi pemerintah yang benar-benar bisa dipercaya dan memahami visi Presiden ketujuh Indonesia tersebut.

"Saya berharap ada perombakan besar-besaran tim ekonomi Presiden Jokowi jilid kedua. Bagaimanapun cita-cita Pak Jokowi sangat tinggi, misalnya sebelum pemilu usai beliau sudah mewacanakan pemindahan ibu kota dan mau membawa Indonesia menjadi negara maju," ujar Misbakhun dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin itu menambahkan, tim ekonomi pemerintah periode 2019-2024 harus betul-betul memahami kondisi riil kebutuhan masyarakat. “Yaitu bagaimana regulasi bisa berjalan dan mewujudkan cita-cita Presiden Jokowi,” tuturnya.

Presiden Jokowi

Hal tersebut dikatakan Misbakhun dalam forum diskusi bertajuk 'Memprediksi Iklim Investasi Indonesia Pasca Pilpres 2019' di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Sementara itu, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang PS Brodjonegoro mengaku sependapat dengan Misbakhun tentang pentingnya memacu pertumbuhan ekonomi melalui investasi. Ia berjanji pemerintah akan menggalakkan investasi dalam industri pengolahan dan jasa dengan nilai tambah tinggi.

"Pemerintah ke depan juga akan melakukan perbaikan iklim investasi termasuk perbaikan sistem tenaga kerja. Lalu menggalakkan industrialisasi berbasis sumber daya alam," kata Bambang.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini