nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Antisipasi Ancaman Terorisme, Polri Imbau Massa Tak Turun Pada 22 Mei

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 17 Mei 2019 16:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 17 337 2057023 antisipasi-ancaman-terorisme-polri-imbau-massa-tak-turun-pada-22-mei-j7qf8m7JQ3.jpg Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Mohammad Iqbal (Foto: Putera/Okezone)

JAKARTA - Pihak Polri mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak turun ke jalan saat tanggal 22 Mei mendatang atau dalam menyambut pengumuman hasil pemilu 2019.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol M. Iqbal mengutarakan agar massa tak turun ke jalan pada tanggal 22 Mei lantaran pihak Polri melalui Densus 88 berhasil mengamankan kelompok terduga teroris yang akan beraksi di kerumunan massa.

“Saya selaku divisi Humas Mabes Polri juga sebagai juru bicara menyampaikan bahwa pada tanggal 22 Mei masyarakat kami imbau tidak turun,” ungkap Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (17/5/2019).

Iqbal menyebutkan jika kelopok yang terafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu sengaja memanfaatkan momen pesta demokrasi untuk melancarkan aksinya. Sehingga sangat membahayakan masyarakat jika nanti akan turun ke jalan.

“Ini akan membahayakan karena mereka akan menyerang semua massa termasuk aparat, massa yang berkumpul dengan menggunakan bom,” katanya.

Selain itu, Iqbal menerangkan jika himbauan yang dikeluarkan oleh pihaknya itu sebagai upaya prefentif atau pencegahan agar tak ada masyarakat yang menjadi target serangan.

“Itu yang dinamakan tadi dengan melakukan penangkapan yaitu prefentif strike, penegakan hukum untu pencegahan,” tuturnya.

Humas

Baca Juga: Densus 88 Tangkap Jaringan Teroris yang Akan Beraksi saat Pengumuman Hasil Pemilu

Sebelumnya diketahui, Pihak Polri melalui Densus 88 antiteror berhasil menangkap 29 terduga teroris selama periode bulan Mei 2019. Mereka terafiliasi atau pengikut Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Dimana 18 terduga teroris itu berencana untuk melakukan aksi pada tanggal 22 Mei mendatang dengan mereka menyasar adanya kerumahan massa yang rencananakan turun pada saat hasil pengumuman hasil Pemilu.

“Teman-teman desus 88 tentunya sudah memiliki strategi untuk itu. Sehingga, alhamdullilah beberapa hari yang lalu kita dapat melakukan upaya paksa kepolisian yaitu penangkapan terhadap kelompok ini,” kata Iqbal.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini