Akui Terima Tas Mewah dan Berlian, Bupati Talaud: Pengusaha Itu Senang Sama Saya

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 17 Mei 2019 15:56 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 17 337 2057019 akui-terima-tas-mewah-dan-berlian-bupati-talaud-pengusaha-itu-senang-sama-saya-pYhOdGObSX.jpg Bupati Talaud saat digelandang KPK (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bupati Kepulauan Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip mengakui menerima ā€ˇsejumlah barang mewah berupa tas dan berlian dari seorang pengusaha. Namun, Sri Wahyumi berkelit bahwa barang-barang mewah itu bukan suap.

Wahyumi mengklaim bahwa barang-barang mewah tersebut diberikan pihak swasta karena unsur rasa senang atau simpatik terhadap kinerjanya. Tapi, kata Wahyumi, rasa senang bukan berarti suka atau mencintai dirinya.

"Dia (sang pengusaha) senang sama saya. Senang bukan suka ya. Jadi, bedakan senang sama suka. Lagian, itu enggak ada kaitannya dengan jabatan saya kan tinggal dua bulan," kata Wahyumi usai diperiksa sebagai tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (17/5/2019).

Bupati Talaud

Sri Wahyumi kembali menuding bahwa penangkapan dan penetapan status tersangkanya sebagai pembunuhan karakter. Dia berkelit barang bukti disita penyidik bukan dari tangannya.

"Saya tidak pernah memegang barang bukti, barang bukti pun tidak ada, saya dibawa ke sini," kelitnya.

Dalam perkara ini, Sri Wahyumi bersama timsesnya bernama Benhur Lalenoh dan seorang pengusaha Bernard Hanafi Kalalo ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Talaud tahun anggaran 2019. Sri Wahyumi dan Benhur selaku penerima sementara Bernard pemberi suap.

Sri Wahyumi diduga meminta Benhul mencarikan kontraktor yang bersedia menggarap proyek di Pemkab Talauddengan catatan mau memberikan fee 10%. Benhul lantas menawarkan Bernard untuk menggarap proyek tersebut.

Sebagai imbalannya, Bernard memberikan fee 10% dalam bentuk barang mewah sesuai permintaan Sri Wahyumi. Beberapa barang mewah itu yakni Handbag Chanel senilai Rp97.360.000, Tas Balenciaga bernilai Rp32.995.00, dan jam tangan Rolex seharga Rp224.500.000.

Kemudian, anting berlian Adelle bernilai Rp32.075.000 dan cincin berlian Rp76.925.000. Terakhir uang tunai sebesar Rp50.000.000.

Bupati Talaud

Suap diduga berkaitan dengan dua proyek revitalisasi pasar di Kabupaten Talaud yaitu Pasar Lirung dan Pasar Beo. Diduga, terdapat proyek-proyek lain yang dibicarakan oleh ketiga orang tersebut.

Sri Wahyumi dan Benhul disangkakan Pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Bernard selaku penyuap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini